<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>It's WP24 and bestfriends_wp</title>
	<atom:link href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id</link>
	<description>[mi :: emi :: me :: saya ]</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Mar 2012 09:27:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>@wirawanprasetyo</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/wirawanprasetyo/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wirawanprasetyo</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/wirawanprasetyo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 09:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1517</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://widgets.twimg.com/j/2/widget.js"></script><script>new TWTR.Widget({  version: 2,  type: 'profile',  rpp: 30,  interval: 5000,  width: 300,  height: 200,  theme: {    shell: {      background: '#333333',      color: '#FFFFFF'    },    tweets: {      background: '#000000',      color: '#FFFFFF',      links: '#4AED05'    }  },  features: {    scrollbar: true,    loop: false,    live: true,    hashtags: true,    timestamp: true,    avatars: false,    behavior: 'all'  }}).render().setUser('wirawanprasetyo').start();</script>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/wirawanprasetyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mobile admin</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/mobile-admin/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mobile-admin</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/mobile-admin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 09:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Do It ::]]></category>
		<category><![CDATA[:: Informasi ::]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/mobile-admin/</guid>
		<description><![CDATA[ini nyoba wp-admin pake plugin dari wordpress mobile admin &#8211; pake hape nih &#8211;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini nyoba wp-admin pake plugin dari wordpress mobile admin</p>
<p>&#8211; pake hape nih &#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/mobile-admin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Night Hitching Race  …..</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=night-hitching-race-%25e2%2580%25a6</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 08:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Do It ::]]></category>
		<category><![CDATA[:: Informasi ::]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh &#8230; Ini adalah cerita 16 orang yang akhirnya berhasil membuktikan bahwa Night Hitching Race adalah sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-1495 alignright" style="margin: 3px;" title="kami ...." src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/417574_3441828605816_1273602323_3433015_907169074_n-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong><span style="color: #ff9900;">Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh &#8230;</span></strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ffff00;">Ini adalah cerita 16 orang yang akhirnya berhasil membuktikan bahwa Night Hitching Race adalah sesuatu yang mungkin.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bermula dari ajakan teman kampus untuk mengikuti acara ini beberapa minggu sebelum acara. Sebenarnya sih memang sudah pingin ikut, tapi belum sempat mendaftarkan diri. Acara serupa pernah diadakan di Jakarta beberapa bulan lalu di Jakarta, tapi sayangnya di hari kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sedikit berdiskusi dengan teman yang mengajak, akhirnya kami setuju mendaftar. Ternyata,,, gua salah informasi … dikira diadakan sabtu pagi ternyata memang benar2 pagi buta jam 3 hahahahha lalu anggota team kita di acak . Hahahah …. as ussual lah, salah informasi. Namun tekad sudah kuat …. daftar secepatnya biar ga mundur. <span id="more-1489"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff9900;"><strong>Jadi acara apa acara ini ???</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Yang gua tau, acara ini pada awalnya adalah gathering komunitas Kaskus Travel Indonesia. Waktu itu diadakan pooling sederhana. Dan kawan2 setuju untuk memilih menginap di villa. Tapii …. ada bonusnya yaitu Night Hitching Race</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff9900;"><strong>Apa itu Hitching  ….</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya kata yang lebih tepat digunakan adalah <span style="color: #ff9900;">HitchHiking</span>. Kata mudahnya adalah menumpang. Yap ,,,, ketika kita sedang berada di suatu tempat kita mencari tumpang menuju tujuan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Idenya adalah ketika kita akan menuju tempat lain kita menumpang dengan orang lain untuk mencapai tujuan kita. Kita menumpang bisa karena menghemat pengeluaran ataupun memang disana tidak ada kendaraan lain. Tumpangan ini bukan dalam arti angkutan umum atau angkot atau bus. Namun tumpangan yang gratis lah.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff9900;">Gratis …</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin sebagai orang timur apalagi Jawa, kata gratis sangat sensitif. Tapi inilah faktanya. Sebagian besar peserta yang ikut acara ini berhasil mencapai lokasi tanpa biaya, bahkan sampe pulang pun begitu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah keuntungan yang didapat di pemberi tumpangan : yang pasti si pemberi tumpangan mendapat teman mengobrol selama di perjalanan. Bahkan ada teman yang di ajak berkunjung ke rumah si pemberi tumpangan setelah acara.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff9900;">Timbal balik dari kita ….</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai timbal balik kita bisa berbagi. Bisa makanan / minuman ataupun tenaga. Namun , untuk makanan / minuman kita harus berpikir dua kali. Maklum banyak kejahatan dengan modus bius dari makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff9900;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1490" style="margin: 3px;" title="Night Hitching Race" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/fesbuk-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><strong>Jadi … Night Hitching Race ….</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini adalah suatu lomba di mana setiap peserta yang ikut wajib mencari tumpangan untuk menuju lokasi yang sudah ditentukan. Selain itu peserta juga membuat dokumentasi bersama si pemberi tumpangan.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #00ff00;">2 Maret 2012</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Karena acara ini ini akan dimulai pagi 3 Maret pagi buta, maka meeting point ditentukan malam ini. Karena setiap anggota team akan diacak dengan mungkin orang2 yang belum kita kenal, malam ini juga digunakan sebagai apa yang gua sebut “ belajar gila ” …. kita berbaur dengan teman2 lain yang belum gua kenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Eh beneran loh, sebagian dari kita memang belum kenal jadi dengan makan dan berkarauke kami berbaur satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #00ff00;">3 Maret 2012</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berkaroke … anggota team dibagi. Setelah ini kami masih menuju convenience store 24 jam di kelapa gading untuk menyiapkan peralatan tempur masing2. Maklum, sebagian besar juga ga pernah hitchhike loh&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pada saat pembagian team , panitia sempat menawarkan sewa kendaraan saja. Pada akhir acara, baru diketahui bahwa mereka sempat ragu juga.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jam 4 kurang barulah kami memulai perjalanan mencari tumpangan pertama  … @Kelapa Gading</p>
<p style="text-align: justify;">Target pertama adalah pintu tol Cempaka Putih … dan tumpangan pertama adalah mobil innova dengan supir bule …. bahasa Indonesia si bule sangat lancar dan kami malah disuruh menggunakan bahasa Indonesia karena dia bilang bahasa Inggris kami payah.</p>
<p style="text-align: justify;">Disini kami ditanya dengan berbagai pertanyaan : orang mana, mau kemana, tau Jakarta , kenapa pakai kertas dll … disinilah julukan yg gua sebut “ bule gila “ … kami sebagai penumpang lebih banyak menjawab ….</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 4  @ pintu tol cempaka putih ….</p>
<p style="text-align: justify;">Disini perjuangan kami lebih berat, menunggu kendaraan yang mau mengangkut kami menuju destinasi kami. Setelah meminta ijin petugas jaga tol, kami diijinkan menunggu tepat di pintu masuk tol. Kami berhasil menjadi bahan perhatian setiap kendaraan yang akan masuk pintu tol. Hahaha … pagi2 buta bawa tulisan di kertas … sesuatu yang aneh bukan.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #00ff00;"><strong>Tumpangan kedua &#8230;</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #00ff00;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1496" style="margin: 3px;" title="459491_3442097092528_1273602323_3433093_375518186_o" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/459491_3442097092528_1273602323_3433093_375518186_o-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari sedan menuju Bandung, APV menuju Depok bahkan truk ke Merak akhirnya setelah berusaha mencari tumpangan ½ jam lebih kami mendapatkan tumpangan seorang tante dengan kendaraan peugeut yang menuju sentul city. Disini kami mendapat berbagai cerita dari usaha beliau dan keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">“” sebenarnya was-was juga dengan tante2 pagi buta nyetir, jadi diusahakan selama menumpang tetap bersuara dan waspada. ””</p>
<p style="text-align: justify;">Entah karena miss komunikasi atau karena alasan lain, kami diturunkan di pedalaman Sentul City. Hahahaha …. karena sudah waktu subuh, gua melaksanakan sholat subuh di pos jaga deket situ. Ga tau deh apa perasaan di pejaga ketika pagi2 buta ada yang numpang sholat dan nanya2 jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #00ff00;"><strong>Tumpangan ketiga …</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Karena untuk kembali ke  arah jalur yang sudah kami tentukan cukup jauh, kami memutuskan menumpang lagi. Kali ini seorang bapak yang sedang mengantarkan anaknya ke sekolah menjadi tumpangan kami sampai pintu tol sentul city arah bogor.</p>
<p style="text-align: justify;">Tumpangan terakhir ….</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun semua kendaraan menuju bogor, namun disini tetap sulit mendapatkan tumpangan. Sebuah truk akhirnya berhenti memberikan kami tumpangan sanpai ke lokasi kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah dah …. kami tiba di lokasi jam 7 pagi …</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">TIPS HITCH HIKING</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">- gunakan media sign hitching yang mudah di baca pengendara<br />
- tulisankan tujuan anda pada sign hitching dengan kata-kata yang singkat, contohnya : BOGOR atau SENTUL, jangan terlalu panjang yang sulit di baca pengendara.<br />
- cari lokasi hitching yg startegis misalnya : pom bensin, mall, rumah sakit, sekolah,<br />
- berdiri lah di pinggir jalan dengan benar, sehingga pengendara bisa berhenti dengan aman, jangan berdiri di tikungan, rambul tanda dilarang berhenti, jelas pengemudi gak akan berhenti.<br />
- gunakan trik negosiasi yang baik kepada pengendara, jika pengendara tidak mau mengantar sampe lokasi anda bisa estafet ke lokasi yang bisa mengantar anda ke lokasi terdekat, dan anda bisa sambung hitching kembali.<br />
- saat di kendaraan mungkin anda bisa berbagi sesuatu, makanan atau sekedar ajak ngobrol, atau anda menawarkan menyetir gantian, jika anda bisa mengemudi dengan baik. pasti pengendara yg memberi tumpangan jadi senang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Tips lain :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">1. Waspadalah ketika akan menumpang , karena kita tau dengan niat si pemberi tumpangan<br />
2. Hati2 dengan tawaran gratis kendaraan umum. Mungkin saja di awal gratis, di tengah perjalanan dia meminta uang pengganti.<br />
3. Keep contact …<br />
4. jika baru awal2, ada baiknya kamu mengajak teman. Untuk keamanan saja sih.</p>
<p style="text-align: justify;">Menumpang ada kegiatan berisiko … ya bisa resiko positif maupun negatif/</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff0000;">Sumber :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. <a href="http://www.facebook.com/groups/130546782683/photos/" target="_blank">Fb Kaskus Indonesia Traveller</a><br />
2. <a href="http://www.facebook.com/events/177732482335234/" target="_blank">Events</a></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>

<a href='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/fesbuk/' title='Night Hitching Race'><img width="150" height="150" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/fesbuk-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Night Hitching Race" title="Night Hitching Race" /></a>
<a href='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/c360_2012-03-0302-09-19_org/' title='Foto peta dolo'><img width="150" height="150" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/C360_2012-03-0302-09-19_org-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Foto peta dolo" title="Foto peta dolo" /></a>
<a href='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/c360_2012-03-0302-50-38_org/' title='Peta sederhana ...'><img width="150" height="150" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/C360_2012-03-0302-50-38_org-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Peta sederhana ..." title="Peta sederhana ..." /></a>
<a href='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/417574_3441828605816_1273602323_3433015_907169074_n/' title='kami ....'><img width="150" height="150" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/417574_3441828605816_1273602323_3433015_907169074_n-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="kami ...." title="kami ...." /></a>
<a href='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/459491_3442097092528_1273602323_3433093_375518186_o/' title='Pintu tol'><img width="150" height="150" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/459491_3442097092528_1273602323_3433093_375518186_o-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pintu tol" title="Pintu tol" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/night-hitching-race-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>99 &#8230;. 35 &#8230; 20 &#8230;. 1</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=99-35-20-1</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 15:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Do It ::]]></category>
		<category><![CDATA[:: Informasi ::]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[donor darah]]></category>
		<category><![CDATA[palang merah indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pmi]]></category>
		<category><![CDATA[transfusi]]></category>
		<category><![CDATA[unit transfusi darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1470</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum &#8230;. Angka apa pula nih ??? No rumah &#8230; no partai &#8230; no spatu &#8230; No hoki &#8230; no [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff6600;">Assalamualaikum &#8230;.</span></strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1475" href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/donor-darah-ruang-donor/"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1475" style="margin: 3px;" title="Donor Darah - Ruang Donor" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Donor-Darah-Ruang-Donor-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Angka apa pula nih ??? No rumah &#8230; no partai &#8230; no spatu &#8230; No hoki &#8230; no no no &#8230; bukanlah, ini merupakan kata kunci yang membuat gua kagun dengan mereka yang memberikan jawaban dengan angka diatas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="color: #ff6600;">Angka apa donk ?</span></strong></p>
<p>Angka-angka diatas adalah jawaban yang diberikan oleh mereka yang ada di Unit  Transfusi Darah (UTD) DKI. Transfusi darah itu donor darah. Jadi donor darah 99 kali gitu ? Yap benar sekali, ini  jawaban dari seorang bapak / kakek kali yah. Beliau yang datang dengan pakaian dinas hijau dan menggunakan gesper dengan kepala berlambang institusi militer bercerita kalau beliau mulai berdonor sejak masa Prada. Prada ini mungkin usia 20-an tahun.</p>
<p>35 kali, adalah seorang cowok yang mungkin usianya sekitar 30-an kali yah. Gua sih ga sempat nanya secara lengkap, entar dikira apa pula. Sedangkan yang 20 kali adalah seorang mba&#8217; yang duduk di sebelah gua saat kami sama2 sedang transfusi darah.</p>
<p><span id="more-1470"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="color: #ff6600;">Nah sekarang siapa yang 1 &#8230;.</span></strong></p>
<p>1 adalah jawaban yang akan keluar dari mulut gua sendiri kalau diberi pertanyaan yang serupa. Yap, untuk pertama kalinya gua ikut berdonor darah. Sebenarnya, gua sih sudah tau donor darah sejak kuliah. Mungkin 7 tahun lalu. Tapi berbagai alasan berhasil menjauhkan diri gua dari kegiatan sosial ini <img src='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan sekarang, setelah memaksakan diri alhamdulillah berhasil dengan sukses tanpa efek samping yang membahayakan diri gua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="color: #ff6600;">Donor darah ??</span></strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1471" href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/donor-darah-deskripsi/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1471" style="margin: 3px;" title="Donor Darah - Deskripsi" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Donor-Darah-Deskripsi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Donor darah adalah kegiatan mentransfusi ( menyalurkan ) darah dari urat nadi kita ke dalam kantong darah / orang lain. Setelah melalui beberapa prosedur medis untuk memastikan kualitas darah kita, barulah darah ataupun hasil prosesnya siap digunakan penerima darah. Hasil proses darah merah kita ini bisa darah merah, plasma, trombosit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Bagaimana Islam memandang donor darah ?</strong></span></p>
<p>Gua ga nemu fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang donor darah. Tapi gua meneukan fatwa MUI, yang berisi kalau donor darah saat puasa tidak membatalkan puasa. Jadi bisa dianggap, kalau donor darah ini boleh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Dimana ?</strong></span></p>
<p>Unit Transfusi Darah PMI DKI ada di daerah Kramat Raya, Jakarta Pusat. Kalau naik TransJakarta turun di halte Pal Putih. Ada juga UPTD yang mobile, <a href="http://www.pmi-jakarta.org/jadualdonordarah/jadualmobilunitdarah.pdf" target="_blank">jadwalnya bisa diliat disni</a>. Menurut info, unit ini buka 24 jam 365 hari. Jadi kepikirian &#8230;. <span style="color: #ffff00;"> &#8221; maming sambil transfusi darah seru juga ya &#8220;</span>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Syarat donor darah ?</strong></span></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1474" href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/donor-darah-proses-transfusi-darah/"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1474" style="margin: 3px;" title="Donor Darah - Proses Transfusi Darah" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Donor-Darah-Proses-Transfusi-Darah-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Syarat secara lengkap sih gua ga tau. Tapi beberapa hal yang gua ketahui sih :</p>
<ol>
<li>umur 17 	tahun – 65 tahun</li>
<li>berat 	minimal 45 kg</li>
<li>tidak 	mengidap penyakit yang dapat menular melalui darah : hepatitis, hiv 	aids</li>
<li>tidak baru 	menjalankan proses operasi, kehamilan dll</li>
<li>ada satu lagi nih, jangan minum antibiotik ya.</li>
</ol>
<p><a href="http://www.pmi.or.id/ina/program/?act=detail&amp;id_sub=59">sumber </a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Prosedur :</strong></span></p>
<ol>
<li>Datang ke 	Unit Pelayanan Transfusi Darah</li>
<li>Mengisi 	formulir pendaftaran</li>
<li>Tes darah 	untuk mengetahui golongan darah dan kondisi hb darah kita</li>
<li>Tes 	keseshatan kita. Disinilah dokter akan memeriksa tekanan darah kita 	dan menyanyakan kondisi kesehatan kita. Karena ini akan menentukan 	volume darah yang akan diambil dari tubuh kita.</li>
<li>Cucilah 	lengan tangan anda</li>
<li>Transfusi 	darah dari lengan tangan kita ke kantong donor</li>
<li>Setalah 	selesai, ambilah kartu donor anda kemudia makan yang disediakan</li>
<li>selesai</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1476" href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/donor-darah-selesai/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1476" style="margin: 3px;" title="Donor Darah - Selesai" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Donor-Darah-Selesai-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Transfusi sendiri sendiri sekitar 10-15 menit saja. Sedangkan keseluruhan prosedur diatas kalau tidak ada antrian yang ramai mungkin 1 jam saja sudah cukup.</p>
<p>Volume darah yang diambil ada 3 jenis : 250cc,350cc dan 450cc yang ditentukan saat kita periksa kesehatan. Saat donor sudah selesai, perawat juga akan mengambil darah ke tabung reaksi keil sebagai <em>sample</em>/contoh darah untuk re-check kondisi darah yang diambil. Donor darah sendiri boleh dilakukan <span style="color: #99cc00;">setiap 75 hari</span>. Lamanya interval hari ini untuk mengganti darah kita dan memperbaiki sel darah merah sampai kondisi yang siap donor. <span style="color: #ffff00;">&#8220;info dari perawat&#8221;</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="color: #ff6600;">Tips trik :</span></strong></p>
<p>Mungkin untuk yang pertama kali akan ada ketakutan ketika akan memulai. Namun, insyaAllah donor darah ini cukup aman karena memang kegiatan ini dilakukan secara profesional dan insyaAllah akan bermanfaat untuk orang lain.</p>
<ol>
<li><span style="color: #99cc00;">Mulailah 	segala kegiatan dengan doa</span></li>
<li>Jangan 	minum antibiotik beberapa hari sebelum berdonor dan badan jangan 	terlalu kecapean.</li>
<li>Semua 	peralatan yang digunakan cukup aman. Setiap jarum digunakan hanya 	satu kali.</li>
<li>Ketakukan 	dan ketegangan adalah hal yang s<a rel="attachment wp-att-1472" href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/donor-darah-hasil-transfusi/"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1472" style="margin: 3px;" title="Donor Darah - Hasil Transfusi" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Donor-Darah-Hasil-Transfusi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>angat lumrah. Bahkan, dokter dan perawat yang mengambil darah bisa tahu.</li>
<li>Ketika 	periksa tekanan darah atau akan disuntik, ada baiknya mengobrol 	dengan si perawat yang akan menyuntik. Atau kalau mau beritahulah 	beliau kalau ini pertama kainya anda berdonor</li>
<li>Ketika 	proses donor, mengobrolah dengan si perawat yang menyuntik ataupun 	pasien lain di sebelah anda.</li>
<li>Bersyukurkal 	sudah selesai</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Efek samping :</strong></span></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1473" href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/donor-darah-mie-gratis/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1473" title="Donor Darah - Mie Gratis" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Donor-Darah-Mie-Gratis-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ha &#8230;. ada efek samping, ya pasti ada donk. Yang pasti darah elu akan berkurang .</p>
<ol>
<li>Efek 	samping ini lebih ke indivual kita</li>
<li>Kalau baru 	pertama, setelah bedonor mungkin di lengan bekas suntikan akan 	merasakan sakit sedikit. Tapi ini gpp. Saran gua, jangan melakukan 	kegiatan yang butuh otot berat dan gerakan tangan teruk kayak 	genggam – buka – genggam</li>
<li>Beberapa 	oran ada yang merasa pusing , jadi sebaiknya tidak melakukan 	kegiatan yang butuh konsentrasi tinggi misal menyetir. Bahkan , 	temen gua ada yang pingsan. Mungkin sih karena tekanan darah dia.</li>
<li>Katanya menimbulkan efek ketagihan.</li>
</ol>
<p>Oke, secara singkat donor darah gua berhasil. Dengan 250cc , ini merupakan volume yang terkecil. Tapi ga papa, sebagai awal kan. Semoga kegiatan ini menjadi suatu yang sehat dan menyehatkan. Alhamdulillah, setelah donor darah gua tidak merasa pusing. Menurut perawat, efek samping pusing biasanya terjadi saat proses transfusi.</p>
<p>Yang terasa adalah lengan kiri bekas suntikan agak sakit gitu. Namun setelah +- 3 jam, sakitnya berkurang. Karena memang tangan gua diusahakan terus bergerak, buka tutup tangan gitu. Yang lebih menyakitkan ternyata membuka perban. Hahahahah &#8230;..</p>
<p>Oke &#8230;. cukup sekian dulu. Mendingan silaturahim langsung ke PMI yah.</p>
<p>Wassalamualaikum</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/99-35-20-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati harumnya pinus Kemping Loji</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/menikmati-harumnya-pinus-kemping-loji/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menikmati-harumnya-pinus-kemping-loji</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/menikmati-harumnya-pinus-kemping-loji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 18:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Report]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Spot]]></category>
		<category><![CDATA[Loji SUkabumi]]></category>
		<category><![CDATA[pasir putih sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[resort i gunung salak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1454</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Lokasi ini merupakan bagian dari taman Nasional Gunung Halimun. Lokasinya yang tidak jauh dari kota Bogor dan medan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1436" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-1436" title="C360_2011-12-3116-22-48_org" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/C360_2011-12-3116-22-48_org-150x150.jpg" alt="Wellcome" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Welcome</p></div>
<p>Lokasi ini merupakan bagian dari taman Nasional Gunung Halimun. Lokasinya yang tidak jauh dari kota Bogor dan medan yang cukup mudah jadi kelebihan dari tempat ini. Daerah ini merupakan hutan pinus yang tinggi jadi jika sedang musim panas / kering sangat berbahaya jika menyalakan api ataupun api unggun. Dan ada suaka tangkar elang yang memang pada akhirnya akan kembali dilepas ke alam bebas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tetapi sebagai mana kita mendatangi daerah lain, ada baiknya kita menjaga sikap kita , berdoa memohon keselamatan dan bersyukur atas segala ciptaan Allah.<span id="more-1454"></span></p>
<p><span style="color: #ff6600;">Lokasi :</span><br />
<span style="color: #c0c0c0;"> Kampung Loji, Desa Pasir Jaya. +- 1 jam dari Kota Bogor. ( Bukan Pasir Jaya yg ada di kota Bogor yagh )</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><br />
</span></p>
<p><span style="color: #99cc00;">Transportasi kesana :</span></p>
<ul>
<li> Cara terbaik adalah carter kendaraan dari Bogor
<ul>
<li style="text-align: left;">Untuk menghindari macet, ambil jalur Stasiun &#8211; BTM &#8211; Surya Kencana &#8211; Siliwangi</li>
<li style="text-align: left;">belok ke arah Lawang Gitung ( arah Jungle )</li>
<li style="text-align: left;">di pertigaan Batu Tulis ( sebelum istana Prasasti ) langsung belok kiri ke bawah melewti setasiun kereta batu tulis</li>
<li style="text-align: left;">dari sana lurus terus dengan arah cijeruk &#8211; cijeruk maseng &#8211; pasir jaya &#8211; Loji</li>
</ul>
</li>
<li>Menggunakan kendaraan umum :
<ul>
<li>Dari terminal Baranangsiang Bogor, naik kendaraan arah Sukabumi</li>
<li>Turun di pasar Caringin kemudian,</li>
<li>kalau berangkat dari Ciawi berarti nyebrang jalan lalu naik ojek ke arah Loji Pasir Jaya. Patokannya adalah SD</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ffff00;">Objek disana :</span></p>
<ul>
<li> Kantor lapor / Resort gunung Salak I , titik 0 mtr</li>
<li>Jembatan canopy sepanjang 50 m dengan tinggi +- 15 mtr dari sungai di bawahnya.</li>
<li>Tempat kemping, ada dua lokasi besar dan sisanya kecil, tapi banyak ko</li>
<li>Air terjun Cinangka</li>
<li>Sangkar burung elang untuk pelestarian</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff00ff;">Fasilitas lain :</span></p>
<ul>
<li>Udara bersih 24 jam</li>
<li>Air sungai 24 jam</li>
<li>Lokasi MCK ada di deket lokasi kemping, namun jika mau yang lebih nyaman bs di kantor lapor. Tenang aja, MCK di kantor lapor terletak di bagian terpisah jd buka 24 jam.</li>
<li style="text-align: left;">Musholla seadanya disamping MCK</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1448" title="P1010059" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010059-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1443" title="P1010047" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010047-150x150.jpg" alt="Jembatan" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1447" title="P1010054" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010054-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><br />
<img class="size-thumbnail wp-image-1451 alignleft" title="PC310008" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/PC310008-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1450" title="PC310004" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/PC310004-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="size-thumbnail wp-image-1452 alignleft" title="PC310011" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/PC310011-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><br />
<img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1446" title="P1010052" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010052-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1445" title="P1010051" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010051-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1444" title="P1010050" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010050-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><br />
<img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1442" title="P1010042" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010042-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1441" title="P1010036" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010036-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1440" title="P1010035" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010035-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1439" title="P1010032" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010032-150x150.jpg" alt="Curug Cibadak" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1438" title="P1010026" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010026-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1437" title="P1010023" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/P1010023-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2012/menikmati-harumnya-pinus-kemping-loji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[3 dari 3] Biaya ke Dataran Tinggi Dieng</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/3-dari-3-biaya-ke-dataran-tinggi-dieng-2/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=3-dari-3-biaya-ke-dataran-tinggi-dieng-2</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/3-dari-3-biaya-ke-dataran-tinggi-dieng-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 18:20:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Report]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Spot]]></category>
		<category><![CDATA[dataran tinggi dieng]]></category>
		<category><![CDATA[dieng]]></category>
		<category><![CDATA[wasabi]]></category>
		<category><![CDATA[wonosono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1419</guid>
		<description><![CDATA[Biaya-biya yang akan ditampilkan adalah biaya2 yang sifatnya sama, misal biaya menginap dan transportasi. Sedangkan biaya makan jadi bagian tersendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biaya-biya yang akan ditampilkan adalah biaya2 yang sifatnya sama, misal biaya menginap dan transportasi. Sedangkan biaya makan jadi bagian tersendiri di bagian bawah yagh.<a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Itin1-copy.jpg"><span id="more-1419"></span></a></p>
<p><a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Itin1-copy.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1384" title="Itin Dieng bag.1" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Itin1-copy.jpg" alt="Itin Dieng bag.1" width="518" height="353" /></a><a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Itin2-copy.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1383" title="Itin Dieng bag.2" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Itin2-copy.jpg" alt="Itin Dieng bag.2" width="518" height="401" /></a></p>
<p>Jakarta &#8211; Wonosobo &#8211; Depok, 16-19 September 2011 &#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/3-dari-3-biaya-ke-dataran-tinggi-dieng-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[2 dari 3] Masih di Dataran Tinggi Dieng</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/2-dari-3-masih-di-dataran-tinggi-dieng/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=2-dari-3-masih-di-dataran-tinggi-dieng</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/2-dari-3-masih-di-dataran-tinggi-dieng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 18:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Report]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Spot]]></category>
		<category><![CDATA[dataran tinggi dieng]]></category>
		<category><![CDATA[dieng]]></category>
		<category><![CDATA[wasabi]]></category>
		<category><![CDATA[wonosono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1355</guid>
		<description><![CDATA[3 rd Target pagi ini adalah melihata matahari menampakkan cahayanya. Dari rencana keluar setelah subuh, namun akhirnya kami baru bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">3 rd</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Target pagi ini adalah melihata matahari menampakkan cahayanya.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari rencana keluar setelah subuh, namun akhirnya kami baru bisa keluar jam ½ 6. Yagh emang sih, masih setelah subuh juga &#8230;. hahahah</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;"><a rel="attachment wp-att-1403" href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/2-dari-3-masih-di-dataran-tinggi-dieng/untitled-1-copy-3/"><img class="alignright size-full wp-image-1403" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Sunrise @ Cikunir" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Untitled-1-copy.jpg" alt="" width="320" height="406" /></a></span></strong>Kami mengguakan mobil menuju tkp, kurang lebih 15 menit. Tiba di letaran parkir, tidak banyak kendaraan disana. Berarti di puncak sana tidak banyak wisatawan yang berkunjung. Dari pelataran parkir kita akan trekking menuju puncak &#8230; perjalanan 200mtr pertama jalur sangat ramah pengunjung sudah ada ada diberi batu tp juga tetap harus hati2.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjuagan selanjutnya adalah 500mtr menanjak menaiki bukit. Hahahah &#8230;. jalan selebar 70cm, dengan batuan di beberapa lokasi saja trus dengan sudut kemiringan mungkin 50 derajat naik jadi perjuangan nih keatas.<span id="more-1355"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah perjuangan keatas sekitar 15 menit tibalah kita di puncak. Beberapa pengunjung sudah ada diatas. Ada juga seorang pedagang menjual minuman hangat sederhana di atas sana. Di puncak , awan putih menemani kami menikmati munculnya matahari &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadilah matahari tidak terlihat sempurna &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah awan meninggalkan kami &#8230;. tersajilah sebuah pemandangan yang menakjukan. Tepat di depan kami ada gunung (kl ga salah) Sindoro ,,,,, di bawahnya terlihat bangunan2 kotaDdieng. Di sebelah kanan juga ada pemandangan gunung (kl ga salah juga) Sumbing.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ffcc00;">Ada sesuatu yang unik &#8230;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Copy-of-DSC00635-copy.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1404" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Mie Ongklok" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Copy-of-DSC00635-copy-300x224.jpg" alt="" width="180" height="134" /></a>Dari atas kami dapat mendegar suara loudspeaker (toa) yang saling bersahutan. Mau tau apa yang kami dengar &#8230;. mereka ternyata di hari tersebut sedang belajar membaca. Jika pada umumnya saat weekend kita di pagi hari kita berolah raga mereka belajar membaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami juga ditawari menuju puncak lainnya yang tidak jauh dari puncak ini. Puncak disana juga bisa dimanfaatkan sebagai camping area. Kebayang ga sih, puncak camping di puncak &#8230;. dinginnya minta ampun tapi pagi hari kita disambut dengan sinar matahari &#8230;. new check list &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menikmati keindahan dari puncak ini kami melanjutkan ke tujuan selanjutnya &#8230;. kawah warna.  Kami tidak langsung ke kawahnya, namun ke bukit di samping kawah dolo. Sebenarnya ini masih kebun juga sih. Dari atas bukit ini kami melihat kebesaran ciptaan Allah &#8230; kawah warna .</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Copy-of-DSC00633.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1405" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Kawah Warna" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Copy-of-DSC00633-300x224.jpg" alt="" width="180" height="134" /></a>Menurut guide kami, bukit ini dolonya sebuah kebun yang dikelola oleh PT Dieng Jaya &#8230;namun sejak 1998, kejatuhan era Orde Baru juga berakibat fatal bagi mereka. Kini bukit itu hanya menjadi lahan kosong tidak menghasilkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Turun dari bukit, kami mencoba mie onglok di depan pintu masuk kawah. Guide kami sudah memberi tahu kalau rasanya kurang, tapi karena memang kami butuh tenaga akhirnya apa  mau dikata kami tetap menikmatinya &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1406" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Gaya ...." src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Copy-of-DSC00643-224x300.jpg" alt="" width="134" height="180" />Selesai beristirahat menikmati mie ongklok, kami melanjutakan masuk ke dalam kawah. Kawah ini berwarna karena memang ada kandugan belerang di sana. Di dalam sana juga ada bebrapa goa, yang konon sering dimanfaatkan untuk mencari wangsit &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dahulu sang penguasa negara, dengan menyamar sebagai petani mendatangi salah satu goa untuk mencari wangsit agar berkuasa. Ada juga artis mendatangi goa lainnya untuk mencari aura artisnya. Sedangkan gua datang untuk berfoto ria &#8230;. Wawan was here <img src='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Oia,,, goanya itu masih masuk kedalam loh, kurang lebih 10 km &#8230; canda, cuman 10 mtr ko&#8217;. Kalau memang percaya dan mau mencari wangsit harus meminta izin ke juru kunci.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff9900;">Menuju Dieng Plateau Theather<br />
</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian kami menuju dieng plateu.. karena beberapa alasan, kami tidakjadi nonton di dalam. jadinya disana hana enikmati kentang goreng khas dieng. ga tau karena lapar atau memang rasanya yang berbeda. Gentangnya sangat lembut padahal potongannya cukup lebar.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya &#8230;. kami kembali menuju penginapan</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff9900;"><strong>Gud Bye Dieng &#8230;</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Packing untuk persiapan pulang. Setelah makan siang dan sholat kami say gud bay ke penginapan &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bus kami naik ke wonosari. Dalam perjalanan &#8230;.. kami ditemani kabut yang Alhamdulillah, sesuatu banget dah&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff9900;">Menuju ongklok ..</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">ada cerita lucu, tiba di kota kami turun lalu jalan ke belakang &#8230;. setelah itu bertanya ke pedagang sekitar situ Ternyata, penjual ongklok yang kami cari itu 10mtr di depan tempat kami turun dari bus. J</p>
<p style="text-align: justify;">Taukah , untuk 6 mie ongklok + 3 jus jeruk + 3 the manis + 15 gorengan tempe khas wonosari kami hanya membayar sekitar 60rb-an</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu kami melanjutakan menuju angkot menggunakan terminal bus wonosari. Suasana di terminal ini tidak terlalu ramai, bahkan calo2 tetap menawarkan jasanya tanpa paksaan sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">4th     day</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kami tiba di Pasar Minggu sekitar jam 4 pagi, dan kemudian menuju lebak bulus &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/2-dari-3-masih-di-dataran-tinggi-dieng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[1 dari 3] Jalan-jalan ke Dataran Tinggi Dieng</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/1-dari-3-jalan-jalan-ke-dieng/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1-dari-3-jalan-jalan-ke-dieng</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/1-dari-3-jalan-jalan-ke-dieng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 17:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Report]]></category>
		<category><![CDATA[dataran tinggi dieng]]></category>
		<category><![CDATA[dieng]]></category>
		<category><![CDATA[wonosobo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[1st day &#8230;. Kami tiba di Terminal Pulogadung skitar ½ 7 malam, setelah bertanya pada petugas Transjakarta kemudian langsung naik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">1<sup>st</sup> day &#8230;.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kami tiba di Terminal Pulogadung skitar ½ 7 malam, setelah bertanya pada petugas Transjakarta kemudian langsung naik angkot depan Pulo Gadung Trade Center (PTC) karena meeting point jam 19.00. Ternyata oh ternyata &#8230;. dari terminal ke PTC tidaklah terlalu jauh, mungkin sekitar 800 mtr&#8230;. tapi tetap sesuaikan dengan situasi dan kondisi yagh, apalagi kalau keadaan salah kostum. Ga nyaman bener &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">19.10 &#8230; Karena belum ada tanda2 berangkat, jadilah kami memilih sholat terlebih dahulu. Di seberang PTC, ada gang didalmnya ada masjid cukup besar. Selesai sholat juga belum ada yagh lanjut makan deh &#8230; abis makan belum ada juga &#8230; @*#&amp;* &#8230;. tp Alhamdulillah jam 8-an bus tiba &#8230; horrey &#8230; Malino &#8230; kami berangkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemberhentian pertama sekitar jam 11 &#8230;. beberapa saat setelah gua tutup mata.  Setelah isitirahat saya tidak tahu sempat berhenti atau ga, karena gua tidur pulas.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1349"></span><strong><span style="color: #99cc00;">2<sup>nd</sup> day</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar Jam 4 pagi bus memasuki daerah Banjarnegara. Satu persatu penumpang turun, kami pun ditanya mau turun dimana dan kata kuncinya adalah “ Plaza “ atau “ Dieng” karena bus tidak masuk ke terminal.</p>
<p style="text-align: justify;">Turun di Plaza ada warung gudek, lumayan lah buat sekedar isi perut &#8230;. rasanya sih biasa saja tp cukup untuk mengganjal perut. Sebenarnya ketika mau makan, ada kernet microbus yang menawari jasa  menunggu kami. Karena kami tidak mau terikat terpaksa kami tolak tawaran  itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff9900;"><strong>Tujuan Pertama adalah Tambi &#8230;</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-1393" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="sekitar Tambi" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/warga-copy.jpg" alt="" width="320" height="586" />Dari Plaza kami naik angkot ke Garung, kemudian menyambung microbus sampai di pertigaab Tambi. Sebenarnya si supir angkot menawarkan carter angkot dari Plaza-Tambi-Dieng. Namun karena dana sengaja kami batasi ( lebih tepatnya terbatas) kami menolak bantuan si Bapak supir. Dari Garung lanjut microbus ke Tambi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pertigaan Tambi dengan ojek ke atas. Di kebun kami hanya bernarsis ria &#8230; suasana disini seperti berada di kebun teh. Hahaha, info</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai backpack ,,,, kami memutuskan kembali kebawah dengan berjalan kaki. Tidak lupa, kami menyempatkan diri lapor diri dengan sang maha kuasa di masjid terdekat. Setelah itu lanjut turun ke bawah &#8230; ga terlalu cape’ ko,, karena jalanan turun +- 15 menit.</p>
<p style="text-align: justify;">Di perjalanan &#8230;. we enjoy the nature. Melihat mereka (warga lokal), hidup kayak ga ada beban gitu. Penuh canda tawa &#8230;. menyiram kebun, menaikan kol ke atas trus. Dan kami bagai peserta kuis gitu yang tereleminasi &#8230; hahahah</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Lanjut ke Dieng</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tiba dibawah,, kami melanjutkan perjalanan menuju Dieng menggunakan micro bus kapasitas 20 org. Didalam sudah ada papan2 dari rotan yang diletakkan di tengah, terpaksalah kami meloncati si rotan tadi. Untung ga ada teman yang pakai rok &#8230; gegege &#8230;. ngarep &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan di bus cukup nyaman. Satu hal yang gua suka dengan bus2 micro luar kota,,, biasanya kualaitasnya lebih baik dan relatife lebih nyaman. Dan suasana kekeluargaan sesama pengguna cukup tinggi. Serius deh &#8230;.. Sekitar 1 jam kurang kami tiba disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami turun di suatu pertigaan Dieng, kami turun di sini setelah bertanya pada sang sopir. Maklum kami tidak tau lokasi. Setelah tiba, kami menelpon contact person disana. Untung saja tempat kami turun tidak jauh dengan penginapan, +- 100 mtr, Penginapan Lestari.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiba disana &#8230;. kami menikmati suasana disana. Kami diberikan minuman teh hangat &#8230;. dan serasa menjadi limbad,,, minum teh hangat ga pakai ditiup lagi .. Maklum lah,,, didalam kamar udara dingin2 masih juga kerasa. Namun &#8230;. memang Allah punya ceritanya sendiri, ketika kami sedang menikmati suasana di dalam ruangan sambil berbagi cerita dan menikmati teh manis dan juga kopi dan di luar gerimis mendung terus menerus gitu.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Penginapan.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1399" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Penginapan" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Penginapan-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a>Tapi ga salah juga lah &#8230;. suasana di dalam ruangan ini malam makin hangat . Kami juga sempat menimati kemilan yang kami bawa dari Jakarta. Apalagi memang kami belum kenal dekat kan &#8230;. hihihi ***niatTerselubung***</p>
<p style="text-align: justify;">Namunnnn &#8230;&#8230; pantang mundur sebelum maju. Hahahah</p>
<p style="text-align: justify;">Dan benar saja, Allah menunjukkan jalannya. Sekitar jam sekian lewat sekian setelah makan siang yang sudah di siapkan di penginapan, kami keluar menuju destinasi wisata menggunakan kendaraan yang sudah kami sewa.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Kompleks Candi Arjuna</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Wisata-Danau.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1395" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Wisata Danau" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Wisata-Danau-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Hmmmm &#8230; agak riyet menerangkan Candi ini, baca di wikipedia saja yagh.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru saja menikmati di dalam,,, ternyata gerimis menemani kami. Jadilah kami foto ditemani air &#8230;. hihihi. Dan karena sikon semakin tidak menentu,,, kami memutuskan kembali ke parkiran mobil. Disana kami berteduh dahulu di warung yang ada. Menikmati minuman khas Dieng,Purwaceng &#8230;. ajibbbbb ah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff6600;"><strong>Menungunjungi danau Merdada &#8230;.</strong></span></p>
<p>Mengunjungi danau dari atas sini kami  mendapat cerita, dahulu daerah ini merupakan kebun jamur milik PT Dieng  Jaya, certia yang sama &#8230;. cerita itu kini tinggal cerita masa lalu.  Guide kami mencerita, salah satu lahan kini disewa oleh perusahaan  Jepang untuk lahan pertanian cabai Jepang,. Kami diajak guide ke lahan  tersebut karena memang beliau juga sehari-hari kerja disana</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ffff00;">Mencoba batang Wasabi &#8230;</span></p>
<p>Kata guide kami, Wasabi ini jika sudah  dioalah akan sanagt pedas. Berhubung kami berada di kebun, makan yang  ada versi kebin belum dilah donk. Kami sempat mencoba jadi orang isne  nih. Makan bagian batangnya &#8230; sepetttt &#8230;. hihihi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Tujuan selanjutnya adalah Sumur Jalatunda&#8230;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lumayan juga naik ke atas ini,, tangganya cukup nyaman untuk dinaiki ko’. Sayang &#8230;. penjual batu yang biasa ada di puncak sumur sepertrinya sudah pulang dan disana sudah ga ada batu lagi. Jadi kami tidak bisa menguji kemampuan kami melempat batu ke tengah kawah &#8230; heheheh.</p>
<p style="text-align: justify;">Konon &#8230;. kalau ada yang mampu melempar ke tengah sumur maka doanya akan terkabul &#8230; CMIIW</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Selanjutnya &#8230;. kami ke kawah Salari.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kawah belerang ini untungnya cukup baik ,,, bahkan memberikan suasana gimana gitu karena mengeluarkan asap putih sehingga pandangan cukup perbatas namun untungnya tidak ada belerang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dari sini, kami menuju candi di belakang Arjuna, kalau ga salah Gajah Mada &#8230;. disini kami sempat makan jagung. Kasihan si bapak tua yang berjualan dengan selaga keterbatasan yang beliau miliki.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Wisata-Sumur.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1396" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Wisata Sumur" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Wisata-Sumur-300x87.jpg" alt="" width="300" height="87" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Setelah dari sini kami kembali ke penginapan &#8230;</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah yang terjadi disana &#8230;. biarkanlah malam ini menjadi cerita kami &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/1-dari-3-jalan-jalan-ke-dieng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dataran Tinggi Dieng</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/dataran-tinggi-dieng-3/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dataran-tinggi-dieng-3</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/dataran-tinggi-dieng-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 17:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling Spot]]></category>
		<category><![CDATA[dataran tinggi dieng]]></category>
		<category><![CDATA[dieng]]></category>
		<category><![CDATA[wonosobo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1346</guid>
		<description><![CDATA[Dataran Tinggi Dieng Dataran Dieng adalah kawasan dataran tinggi, di daerah sini ada beberapa objek wisata. Seperti objek wisata candi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Dataran Tinggi Dieng</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-1387" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Menatap ciptaan-Nya ..." src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/DSC00620-300x224.jpg" alt="Menatap ciptaan-Nya ..." width="210" height="157" />Dataran Dieng adalah kawasan dataran tinggi, di daerah sini ada beberapa objek wisata. Seperti objek wisata candi Hindu yang konon dibangun pada abad 7. Ada juga objek wisata alam berupa kawah, karena daerah ini sebenarnya daerah vulkanik.  Ada juga Dieng Volcanic Theather yang akan memutar film tentang dieng. info selengkapnya disini [ <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dieng" target="_blank">id</a> / <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dieng_Plateau" target="_blank">en</a> ]. Selanjutnya, pakai kata Dieng aja yah.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, disini juga bisa untuk wisata alam. Banyak kebun2 yang bisa kita nikmati, yagh kan kalau di kota-kota besar susah tuh mencari yang hijau. Jika memang mau wisata alam, trekking dengan modal kaki dan sekedar membawa air minum secukupnya bakal jadi cerita berbeda. Oia, jangan takut kesasar disini, orang-orangnya ramah ko’. ( sotoy.com )</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Objek wisata lainnya :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selain objek wisata di daerah dataran tinggi Dieng, ada beberapa objek lain yang bisa kita nikmatin :</p>
<p style="text-align: justify;">Agrowisata kebun teh dan Pabrik Teh Tambi. Jika mau melihat cara pengolahan dari daun teh menjadi , bisa mengunjungi Pabrik pengolahan teh dengan biaya Rp. 25.000,00 dan minimal 10 orang. Sedangkan jika mau ke kebunnya tidak perlu membayar.</p>
<p style="text-align: justify;">Gardu pandang, dari gardu pandang ini kita bisa melihat ke bawah ke arah kota. Gardu selamat datang adalah ciri khas orang yang sudah ke sini. Jika anda menggunakan angkutan mini, akan susah jika mau turun di gardu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1346"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Transportasi menuju Dieng :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika menggunakan angkutan umum seperti bus, cara termudah adalah menuju kota Wonosobo terlebih dahulu baru sambung menuju Dieng menggunakan microbus. Jika menggunakan Kereta Api, stasiun kereta terdekat adalah Stasiun Kutoarjo. Dari sini lanjut ke Wonosobo – Dieng.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Jakarta, Depok dan Bogor banyak bus kea rah Wonosobo. Sedangkan kota2 lainnya saya kurang tau. Oia, jarak Wonosobo sekitar 50-60 km / satu jam perjalanan. Medan yang dilalui cukup mudah ko&#8217;. Dan kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menakjukkan. Subhanallah &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Tempat menginap :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-medium wp-image-1388 alignleft" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Dieng - Penginapan Lestari" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/Dieng-Penginapan-Lestari-300x224.jpg" alt="" width="180" height="134" />Disana ada beberapa tempat menginap, cukup mudah ko’ dari pertigaan Dieng. Tapi mungkin karena jumlahnya terbatas ada baiknya melakukan pemesanan terlebih dahulu apalagi jika rombongan yang kita bawa banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #99cc00;"><strong>Transportasi selama di Dieng  :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dianjurkan kita menggunakan angkutan yang pasti2 aja , bisa sewa  motor / mobil disana. Sopir juga berguna agar perjalanan lebih lanjar  dan cepat. Sopir juga bisa dimanfaatkan sebagai guide. Satu lagi, kadang  kala mereka bisa memberikan info yang mungkin tidak kita ketahui. Misal  spot2 bagus untuk foto dan akses masuk ke tempat2 tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecuali jika memang mau menikmati wisata pemandangan, dengan jalan kaki bisa menikmati hijaunya alam dan udara yang bersih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #99cc00;"><strong>Tempat makan :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Disana ada beberapa tempat makan, tapi dari pada rebit mending kita  mesen ke tempat kita menginap saja Selain harganya masuk akal disana  juga tidak semua toko buka, yagh mengikuti keramaian saja.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Kuliner :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1389" style="border: 3px solid grey; margin: 3px;" title="Mie Ongklok" src="http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-content/uploads/DSC00636-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Ada beberapa makanan yang menjadi khas daerah sana :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Purwaceng      : bubuk minuman instant ini konon minum yang bikin si anu jd anu &#8230;. anu      toh. Harganya yang bikin anu, dengan ukuran 10*10*10 cm , kl yang asli (      ga dicampur ) harganya 120rb nah kl yang udah di campur dengan kopi jadi      setengahnya. Mungkin harganya setara kopi luwak khas Lampung nih. Oia, ada cerita nih &#8230;. sore hari ketika hujan sedang turun dengan derasnya kami menikmati kopi purwaceng. N then &#8230;. malam hari kami tertidur pulas <img src='http://blog.wirawanprasetyo.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Kentang      goreng dan rebus : kentangnya memang besar,, dan rasanya lembut. Cocok      banget buat kemilan. Oia, makanan ini juga sulit dicari kalau bukan musim      wisatawan ramau. Jadi ada baiknya mesen ke penginapan juga. Ada juga yang diolah jadi keripik kentang.</li>
<li>Mie      ongklok : mie ini kyk mie telor trus ada bumbu kentel kayak maizena gitu dan bumbu2 rahasia lainnya,,, yang tidak mau mereka kasih tau.</li>
<li>Carica      : nah kl yang ini mirip pepaya. Olahannya jd seperti manisan gitu, manis      eui.</li>
<li>Tempe      kemul : tidak perlu penjelasan kan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #99cc00;"><strong>Camping ground :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kataya di puncak Sikunir ada camping area, yagh ga tau sih luasnya seberapa besar. “Nikmat” kali yagh kemping di puncak sana, trus dinginnya minta ampun. Tapi pagi hari disambut dengan matahari.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Tips :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Yang terkait cuaca</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Menurut info dari sang guide, jika datang pada musim panas, kemarau ( cerah ) memang pemandangan yang kita dapat bisa lebih baik. Tapi cuaca bisa lebih dingin karena kelembaban berkurang kali yagyh.</p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;">Sedangkan jika musim hujan cuaca tidak sedingin musim panas, tapi bisa-bisa pemandangan yang kita dapat kurang baik. Bisa hujan tiba2 dan juga kabut.</p>
<p style="text-align: justify;">-          Ada baiknya dari kota membawa minum2 instant hangat kayak jahe, esteemje, dll. Tapi jangan lupa pula menikmati Purwaceng yagh</p>
<p style="text-align: justify;">-          Jangan lupa bawa jaket, ga perlu jaket bulu lah. Suhunya paling 15-20-an. Masih bisa ditolelir, kecuali jika mau nginep di puncak sikunir yagh.</p>
<p style="text-align: justify;">-</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/dataran-tinggi-dieng-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>84.800, 72.080, 48.000,38.000 dan 35.000</title>
		<link>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/84-800-72-080-48-00038-000-dan-35-000/#utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=84-800-72-080-48-00038-000-dan-35-000</link>
		<comments>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/84-800-72-080-48-00038-000-dan-35-000/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 15:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nyang punye gawe</dc:creator>
				<category><![CDATA[:: Informasi ::]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=1327</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum &#8230;. Okeh, apakah angka2 diatas &#8230; begini ceritanya, kemarin gua baru saja ke Blok M Square dan melihat deretan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum &#8230;.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 166px"><a href="http://www.urbanesia.com/img/business/b/l/business-blok-m-square.biz_selected.jpg"><img class="   " title="Blok M Square" src="http://www.urbanesia.com/img/business/b/l/business-blok-m-square.biz_selected.jpg" alt="" width="156" height="117" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.urbanesia.com</p></div>
<p>Okeh, apakah angka2 diatas &#8230; begini ceritanya, kemarin gua baru saja ke Blok M Square dan melihat deretan toko ex-kwitang di lantai <em>basement</em>.   Okeh, ex-kwitang itu sebagian besar memang buku, dan disitu juga gua melihat sebuah buku yang sedang gua cari. Tanpa menyebut judul yagh.</p>
<p>Singkat cerita, gua langsung tanya saja “Berapa mas ..” “<strong>Harganya 48 ribu, buat mas 38 ribu</strong>”. Karena buku di plastikin, jadi gua liat sekilas saja dan langsung deal aja, lalu gua berikan uang 50 ribu. Ditanya balik “<strong><em>ada lima ribu</em></strong>” “<em>ada</em>” n gua berikan 5 ribu. Dan gua di kasih buku dalam kantong merah dan uang kembalian 20ribu. Alhasil gua dapat buku tersebut dengan harga 35ribu.<span id="more-1327"></span></p>
<p>Karena penasaran dengan harga yang murah, gua cari info dengan bantuan om gugle. Setelah itu gua ada beberapa pendapat kenapa bisa mahal :</p>
<ol>
<li>Bisa mahal karena memang benar-benar mahal.</li>
<li>Bisa mahal karena  toko buku yang paling terkenal di      Indonesia dengan termasuk group percetakannya ( cm ada satu nih di      Indonesia ). Harga yang masuk di toko buku sudah naik 40-60% dari harga produksi. Persentase sebesar itu konon untuk distribusi, promosi, biaya      diskon dan keuntungan toko.</li>
<li>Bisa mahal juga karena si      penjual buku sudah memperhitungkan harga (kerugian) karena bajakan yang akhirnya berakibat pada harga akhir.</li>
</ol>
<p>Dan ada beberapa alasan juga kenapa buku bisa murah :</p>
<ol>
<li>Bisa murah memang aslinya sudah murah</li>
<li>Bisa murah karena koneksi langsung      ke percetakan  ( jadi dapat harga      pabrik ).</li>
<li>Bisa murah juga karena bajakan.      Bajakan dalam arti, mencetak  tanpa sepengetahuan si penulis, jadi tidak      ada biaya hak paten ke  penulis dan bebas pajak.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari kita analisa secara harga :</p>
<ol>
<li>( 100% ) Rp. 84.800 : Harga      di toko buku yang satu group dengan penerbit dan percetakan .</li>
<li>( 85% ) Rp. 72.080  : ini harga di beberapa situ bualan buku      online ( diskon 15% ).</li>
<li>( 56% ) Rp. 48.000 : stempel      harga di bagian buku yang gua beli</li>
<li>( 44% ) Rp. 38.000 : harga      buka si penjual</li>
<li>Rp. 35.000 : harga yang      gua dapat karena tidak ada uang 3 ribu ( bukan menawar ).</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Analisa buku yang gua beli :</p>
<ol>
<li>Kualitas cetakan sangat      rapih, bahkan 99% sama persis dengan yang dijual di toko buku.</li>
<li>Kualitas kertas      juga sama. ( Gua sudah sempat membaca yg di toko buku ).</li>
<li>Gua beli kemarin ( 30 Juli      2011 ). Di buku ditulis cetakan ke-14 : April 2011.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi (mungkin) kenapa buku yang gua dapat bisa murah :</p>
<ol>
<li>Jika karena koneksi ke      penerbit mungkin saja. Karena gua juga dapat info dulu teman gua yang      kerja di group yang sama dengan perbit dan percetakan. Setiap karyawan mendapat potongan 30% jika pesan di percetakan      dan bebas ongkir loh. Ini beli satuan, gimana mereka yang beli banyak yagh      kayak di blok m square.</li>
<li>Barang bajakan, mungkin      aja tapi bukankah untuk menerbitkan buku yang bisa dibilang 99% sama      dengan yang bukan bajakan si pembajak memerlukan ilmu misal blue print cetakan.      Apalagi melihat track record masa’ iya penerbit sebesar itu kecolongan      ataupun kongkalingkong karyawannya.</li>
<li>Si penjual lagi banyak      rejeki jadi gua dapet harga murah &#8230;.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai penutup &#8230;.</p>
<p>Semoga tulisan singkat ini bisa jadi ilmu bagi kita semua, Amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wassalamualaikum Wr. Wb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.wirawanprasetyo.web.id/2011/84-800-72-080-48-00038-000-dan-35-000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

