9 hari di Balikpapan, Kalimantan Timur
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yap, sembilan hari yang lalu tepatnya 9 Juli 2006 gue memulai perjalanan berwisata ke suatu propinsi yang belum pernah gue kunjungi, Kalimantan Timur.
Hari pertama, Minggu 9 Juli :
Pukul 5.30 gue berangkat dari rumah di Depok dengan Bokap dan adik gue. Dengan menggunakan taksi Blue Bird perjalanan di tempuh selama satu jam tiga puluh menit tampa ada hambatan berarti yang menjadi salah satu ciri kota Metropolitan, termasuk Jakarta yaitu macet. Sebenarnya pesawat-nya akan berangkat jam 8:55 WIB, tapi untuk menghindari hal – hal yang tidak diigninkan lebih cepat kecepatan sampai di Bandara.
Tiba di Bandara Setinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur sekitar jam 12:00 WITA. Kemudian gue menuju rumah disana kemudian diisi dengan kegiatan santai.
Hari kedua, Senin 10 Juli :
Pagi hari sekitar jam 07:00 gue berangkat ke suatu tempat, yaitu BengRan ( Bengkel Kendaraan ). Corps tempat bokap gue berkerja, hari ini berulang tahun dan jadilah diadakan acara upacara dan sukuran di BengRan. Dan seperti hari sebelumnya, acara yang selesai siang hari tersebut kemudian gue isi dengan kegiatan santai – santai.
Hari ketiga, Selasa 11 Juli :
Hari ini tidak ada acara yang berbeda. Hanya Sholat rutin 5 waktu, makan mengisi perut, nonton TV pokoknya leha – leha sajah.
Hari keempat, Rabu 12 Juli :
Pagi hari gue berangkat ke suatu daerah, Manggar. Dari Balikpapan, daerah ini dapat ditempuh sekitar satu setengah jam ke arah Utara. Disini ada suatu tempat pemeliharaan buaya. Ada buaya yang baru berumur beberapa bulan sampai dengan yang sudah 3 tahun.
Kemudian ke pantai Manggar. Di pantai ini cukup kotor, kayaknya sih baru ada abrasi pantai.
Setelah dari pantai Manggar, dilanjutkan ke pantai Lambaru. Sekitar 30 menit dari pantai Manggar. Pantai ini relatif lebih besih dari oantai sebelumnya.
Setelah dari panati, kembali ke Balikpapan. Dan sempat singgah ke toko oleh – oleh dekat rumah untuk beli oleh – oleh makanan. Dan selalu saja terjadi, oleh – oleh membuat gue pusing … pusing mau beli berapa banyak dan pusing gimana cara membawanya.
Hari kelima, Kamis 13 Juli :
Santai euiy …
Hari keenam, Jumat 14 Juli :
Sholat Jumat di Masjid Istiqamah. Sebuah masjid yang terletak di kompleks pendidikan Istiqamah. Seperti Al-Azhar yang ada di Jakarta.
Hari ketujuh, Sabtu 15 Juli :
Hari ini gue sekeluarga ke Kutai Kertanagara, sekitar 3 jam perjalanan arah utara Balikpapan. Tiba di sini, gue mengunjungi museum bekas eIstana Kerajaan Kertanegara. Istananya tidak terlalu luas sih. Sekaranag istana ini tidak dipergunakan lagi. Didalamnya ada beberapa cerita tentang sejarah Kerajaan dan juga Kalimantan Timur.
Setelah itu, gue mengunjungi tempat wisata Pulo Kemala, menurut perkiraan singkat gue sih, tempat ini sepertinya ingin mencontoh dengan Pulau Sentosa yang ada di Singapura.
Kelihatannya, tempat wisata ini masih sangat baru. Gue tiba di sana sekitar jam 10.30. Karena tempat ini berapa di tengah pulau, jadi kami harus menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai. Pas gue baru sampai di depan pintu masuk , disini masih sepih … mau tau kenapa , jawabannya rupanya tempat wisata ini baru buka jam 10:30. Wakaka … untung kami tidak datang kecepatan.
Didalam ini ada beberapa objek wisata seperti Sky Tower, versi kecilnya menara Kuala Lumpur di Malaysia tapi disini tidak ada tempat makannya. Kemudian ada beberapa yang lain. Rupanya, selain mengunakan perahu sebagai jalur transportasi ke pulau ini, ada juga kereta gantung. Dab karena adik gue yang paling kecil, pingin banget naik kereta gantung. Yagh akhirnya adik gue dan nyokap naik kereta ini sedangkan sisanya kembali menggunakan perahu kemudian dilanjutnkan dengan mobil ke tempat kerta gantung tadi berhenti.
Setelah itu, karena tidak ada tempat lain yang akan dikunjungi. Kami pulang, tapi melalui Samarinda … numpang lewat ajah sig.
Hari kedelepan, Minggu 16 Juli :
Minggu pagi, setelah sholat subuh. Kami sekeluarga, keluar untuk jalan pagi. Sebagai tambahan, rumah di sini hanya sekitar 500 m dari selat Makasar. Tapi karena sebagian besar bibir pantai dibangun dengan bangun bertingkat, annginnya tidak terasa ke kota.
Setelah jalan pagi, kami menuju Pantai Monumen, disini ada sebuah monumen tapi gue ga tau apa namanya. Kemudian sempat juga menikmati bubur yang dijual di dekat sini lalu kembali ke rumah .
Yagh santai2, kemudian makan siang di luar ke Rumah Pekalongan. Disini menu utamanya adalah pecel. Setelah makan siang, sempat memutari Balikpapan yang mungkin untuk terakhir kalinya.
Hari kesembilan, Senin 17 Juli :
Hari ini merupakan hari terahir gue di Kota Balikpapan. Subuh gue bangun sholat, kemudian gue tidur lagi. Sekitar jam 7 kurang, gue dibangunin karena adik gue mau berangkat ke sekolah ( Hari pertama tahun ajaran baru ) dan kemudian bokap berangkat ke kantor. Setelah siap – siap dan beres – beres untuk kembali ke Depok, sekitar jam 8 gue berangkat ke Bandara. Perjalanan ditempuh dengan singkat, tapi lebih baik kecepatan kan daripada terlambat. Sampai di bandara, gue check in dan kemudian menunggu pesawatnya.
Pesawat berangkat sekitar jam 09:30 dan kemudian tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta sekitar jam 10:30. Sebenanya penerbangan di tempuh dalam 2 jam tapi karena di Jakarta waktunya lebih lambat 1 jam dari di Kalimantan Timur. Di Bandara, setelah mengambil barang bagasi gue melanjutkan perjalan menggunakan Damri Airport Bus, jurusan Pasar Minggu. Turun di Kalibata, kemudian dilanjutkan dengan taksi.
That’s all.
Sebagai tambahan, kota Balikpapan ini cukup “sehat”. Bagi anda yang tinggal di Jakarta, kamu kemungkinan besar akan betah di kota ini. Gimana mau tidak betah, sebagian besar jalan di kota ini sangat bagus, kayaknya sih jalan – jalan di kota ini bebas lubang. Jika kamu mencari tempat sampah mungkin agak susah, tapi begitu juga dengan sampahnya. Yap, kota ini sangat bersih.
Pusing dengan kemacetan. Disini kamu tidak akan pusing lagi, selama di sini gue tidak menemui kemacetan. Pusing karena banyaknya motor yang berlalu lintas seenak dia… tidak dengan di kota ini.
Jadi tidaklah salah jika kota ini mendapatkan Penghargaan Kalpataru.
This the end of my story and my opnion about Balikpapan.
Nice city … and b there …
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Real path artikel : http://blog.wirawanprasetyo.web.id/?p=11

Post a reply