Yipppi … piknik Papandayan

Jum’at sore , 28 Desmber 2012

Pondok Salada

Packing pakain untuk nanti malam. Beres2 kamar juga kelar di saat yang tepat. Kemudian dilanjutkan dengan sholat magrib. Namun apa daya … setelah itu hujan gerimis datang ke kota Depok. Terpaksa dari rencana berangkat jam 7 ditunda sampai jam 8. Itupun berangkat tetap dengan gerimis ….

Keluar dari rumah jam 8 langsung menuju Alfamart mencari stok makanan untuk di gugunung. Maklum, belum belanja sama sekali. Oh ternyata …. Gara2 hujan, angkot 04 cuja menjadi susah dicari. Padahal biasanya si angkot ini yang antri mencari calon penumpang.

Ok naik angkot berhasil …. Di daerah Margonda si Seandy menanyakan posisi gua, dan dia bilang bus terakhir dari Cililitan jam 9.00 malam. Dan ini berarti kami harus berpisah , mereka langsung berangkat angkat sendiri dari Pasar Rebo.

Di daerah tj barat berhenti dulu ke alfamart untuk membeli titipannya ka’ sa sekaligus ganti angkot arah rambutan. Setibanya di pasar rebo cuaca sudah mendingan … walau dingin tp tidak hujan lg lah. Masuk wc dolo silaturahim kemudian mencari bus.

Bus pertama yang melewati putaran pasar rebo adalah karunia bakti, sekilas dari bawah bus ini kelihatan penuh dan tidak berhenti. Ya sudahlah biarkan saja busnya …. Eh ternyata di dekat pom bensin si bus malah ngetem …. Kejar tidak kejar tidak … akhirnya tidak dan bus pergi

Lagi enak2nya di putaran pasar rebo … tarra …. Bus Primajasa Bulus – Garut nongol dari arah barat. Waktunya lari menuju bus …. Tanya tarip … masuk ke Guntur ga …. Langsung naik cari tempat duduk deh ….

Masalah dimulai ….

Samping gua adalah dua orang yang berpasangan, co dan ce. Yang jadi masalah … si co itu ga bisa tenang. Sebentar2 saluran AC di atas di buka di tutup. Si ce juga gerak2 , wal hasil gua ga bisa tidur. Ditambah … kepala gua sudah mulai pusing gara2 td kena hujan dan badan baju lembab, alhasil si kepala mulai pusing. Si perut lapar sudah diisi roti pun tidak berhasil ….

Tapi gpp … selama ini kalau menggunakan perjalanan malam gua kemungkinan besar tidur. Kali ini gua bisa melihat ramainya perjalanan di tol Pasar rebo – cikunir – Bekasi – Cikarang Utama. Setelah itu perjalanan semakin sepih karena truk2 kontainer super besar sudah banyak keluar di CIkarang di CIkampek.

Masuk Cikampek – Padalarang – Cileunyi, masih ada beberapa truk container. Entah memang boleh melewati jalur situ atau …… . Untungnya, Primajasa Eko AC Lebak Bulus – Garut ini masih bisa ngejoss ( istilah ngebutt ). Baru kali ini gua benar2 liat si bus menyalip … biasanya naik travel cuman disalip J

Beberapa kali si bus berhenti ( illegal ) di pinggir tol untuk menurunkan penumpang  …. Hahahahh.  Bablas dari Pasar Rebo jam 10 malam , tiba di pertigaan Cileunyi sekitar jam 1 malam. 3 jam ajah, keren cuy …. Enaknya jalan malam …. 2 jam perjalanan akhirnya bis masuk di terminal Guntur. Mantap … 5jam dari pasar rebo sampai Guntur.

Fyi …. Hape td gua matiin karena menghemat baterai. Memasuki Leles, hp gua nyalain untuk report posisi. Ternyata … rombongan yang tadi berangkat dari CIlitian belum tiba. Padahal mereka berangkatnya sama dengan gua . Tp mereka berangkata pakai telat … hihihi

Turun dari bus segera mencari toilet … setoran malam sekalian ngelurusin kaki sebentar. Dan tidak lama berselang, rombongan dari Cililitan tiba juga …. Horaay saa selamat tidak ada yang menculik … BIG LOL

Oke …. Target pertama makan tengah pagi. Hihihi …. Ternyata , menu yang ada hanya ayam goring. Sebenarnya perut gua sudah lapar tp …. Gua ga pingin makan yang berat, akhirnya gua cuman ngemilin timun2 yang ada ajah. Dan udah minta ke bapake loh … jadi saya jujur minta baik2. J

Kelar makan , cari2 info untuk menuju Papandayan. Oke angkot 01 putih keabu2-an. Ternyata, angkot ini susah dicari di pagi buta. Apalagi tidak ada lg rombongan yang terlihat menuruni bis. Lain yang ditunggu lain yang datengin …. Sebuah carry berhenti di depan kami menawarkan tumpangan dengan harga 150rb … wakakak ….

Rayu bujuknya tidak berhenti ….  Kami bersikukuh di angka 100rb. Biaya si carry jadi mahal karena gua perhatiin emang ada beberapa calo yang sejak kami tiba sudah menghampiri kami. Bodo amat … tetap tidak berubah , akhirnya 110rb kami setuju sampai di gerbang Papandayan.

Cobaan dimuali …

Baru mau jalan, si sopir yang awalnya duduk di kanan berganti duduk di kiri. Waduh .. ga enak nih perasaan gua. Dan bener ajah , baru 10 menit perjalanan si mobil mogok di SPBU. Oke di coba starter akhirnya bisa , langsung isi bensin … kamu tau kan kalau bensin habis butuh perjuangan untuk menghidupkan kendaraan. Inilah yang terjadi selama 30menit kedepan … dipaksa jalan , mogok, dorong, balik lagi ke SPBU. Dumelan yang dinget … kalau ber-5 pamali dan kalau ditambahin saya doain bla bla bla

Oke … supir utama duduk lagi di kursinya. Petualan dimulai … si bapake bertanya pada penduduk jalur menuju Papandayan, bukan sekali tapi dua kali … WTH … ko’ dia nanya. Akhirnya disadari, kalau ini pertama kali dia ke Papandayan. Oke akhirnya carry ini berhasil melewati simpang cisurupan, melewati pickup2 lain yang sedang menunggu calon pendaki …. Jalur menuju Papandayan

Cobaan memanas ….

Mulai-lah si supir ngedumel …. Masih jauh ga … ga kuatlah … tambahin lah … dibayar mahal pun ga mau .. dll masalahnya , kita di mobil juga ga ada yang tau seberapa jauh menuju atas.Walau ada gps , titik akhir perjalanan mobil tidak terlihat. Terus ngedumel donk ….

Akhirnya di sebuah tanjakan si sopir sok ga bisa nanjak, oke cukup dah malas dengerin dumelan si super. Kita turun dan si supir minta di tambahin … akhirnya kita tambahin aja 20rb … jadi total kita bayar 130rb , dan ini belum sampai di tujuan.

Antiklimaks …  jalan …

Akhirnya kita turun dengan baik2 meninggalkan si supir dengan dumelannya … dengan segala keterpaksaan, akhirnya jalan ke atas. Sekitar 15 menit olahraga , pick-up yang tadi ada di cisurupan tiba. Kita pun nebeng … ternyata jauh sampai di pelataran parkir papandayan. Dan akhirnya tidak jadi nebeng, setiap orang bayar RP. 4rb , sedangkan kalau dari bawah bayar Rp. 10rb.

Di Pelataran ….

Tiba di pelataran gua langsung mencari tempat sholat dan menikmati WC … Di sana gua mencoba mencari sarapan nasi uduk sejenisnya, tp tidak melihat. AKhirnya tidak makan apa2 … Urusan administrasi pendakian pun di selesaikan dengan baik2.

Di awal pendakian sudah disambut dengan kecelakaan. Salam satu teman alas kakinya wafat … ya iyalah , sandal ala model yang super tipis. Entah berapa kali sudah dipakai sampai akhirnya dia wafat disini. Untung teman yang lain ada yang membawa sandal jepit. Walau keperluannya beda, tp gpp-lah dari pada tidak ada sama sekali.

Jalan beberapa menit kita bisa melihat kea rah bawah … pemandangan hutan ke kota Garut. Lanjut naik lagi adalah objek wisata kawah. Sepanjang perjalana nanjak sejauh 200mtr akan tampak kawah … di kiri , di dalam celukan kawah2 besar mengeluarkan asal tebal putih dengan bau belerang. Sedangkan kawah2 kecil banyak terdapat di kanan2 jalan yang kita lalui. Sedangkan gua , karena tidak terlalu nyaman dengan bau ini memutuskan mempercepat perjalanan ….

Tiba di puncak, kita langsugn seperti membelah bukit … hamparan rumut hijau sepanjang jalan. Dan juga tanjakan yang sudah menanti di seberang lembah. Disini sebenarnya ada jalur singkat … namun saying , jalur ini terkenal longsong jadi kita harus turus lembah menyeberang sungai kecil kemudian nanjak ( lagi ). Widihhhhh …..

Selamat menikmati tanah merah ….

Semenjak turun bukit …. Kita akan terus meningjak tanah merah. Yah tau donk kalau kena air itu tanah bakal lengket atau licin bukan. Sampai menanjak lagi kemudian ada pilihan jalan … shortcut dengan tanjakan menurut gua sekitar 80 – 90 derajat atau jalur tanah merah ( lagi ). Oke …. Kita pilih jalur biasa …. Walau licin tetap dilewatin …

Behind scene ….

Gua kesini bisa dibilang tidak tau arah. Nah ketika jalan dari awal kawah tadi , gua ngikutin beberapa petani. Tanya2 .. mereka menuju ladang pertainian di daerah Pengalengan dengan waktu tempuh sekitar 2jam perjalanan ala petani local.

Sepanjang perjalanan ini , beberapa kali motor lewat … yap benar motor. Motor2 petani juga menuju pengalengan.

Hihihi …. `

Ketika tiba di daerah yang ada shortcut 90 derajat , disitu ada bapak2 yang sedang memperbaiki jalur … yah walau sederhana , tp cukup membantu para pendaki. Dan disitu baru tau … ternyata jalur yang kita lalui sedikit salah. Sebenarnya rencananya kita mau lewat hutan mati .. tapi apa daya sudah lewat.

 

Hutan mati ….

Ketika mencapai puncak dari pendakian kawah … ada jalur ke kiri menuju hutan mati. Karena ini bukan arah lading pendalengan, jadi tidak ada petani lewat sini. Kalau memang tidak tau lajur lebih baik menunggu pendaki lain yang tau jalur yah …

Kembali ke pendakian …

Puncak pendakian ini langsung jalan bebantuan …. Jika ke kiri kita langsung nyampe ke daerah yang longsoran tadi. Karena kita mau naik , kita ke atas saja.  Jalan sekitar 30mtr ada camping ground kencil. Jangan salah dan tertipu yah. JIka lurus mengikuti alur , kita akan menuju pengalengan. Jika mau ke pondok salada kita belok kiri …

Fyi … di hari minggu ketika kita pulang , ternyata jalur yang melewati longsoran bisa dilewatin. Beberapa pendaki nekat melewati daerah itu, tp yah ujungnya memang cukup berat karena jalurnya 90derajat

 

Setelah belok kiri ….

Setelah belok kiri kita akan melewati lagi tanah merah … yah nikmatin ajah … paling sekitar 15 menit kita akan tiba di pondok salada.

So far …

So far pendakian ini yah bisa dibilang so so lah … tidak terlalu sulit , buat yang newbie kayak gua lumayan buat tes kaki dan mental. J

 

Piknik di Pondok Salada ….

Ga banyak yang gua ceritakan di bagian ini. Karena sesuai niat , gua disini piknik. Makanan pun lebih banyak yang ringan2 saja. Nyampe sana makan , tidur , makan , tidur sholat , tidur makan … hayyah ….. Di minggu pagi , tiba2 hujan turun dan gua memutuskan batal muncak deh. Lain kali saja  **alasanBiarBisaPiknikLagi**.

Minggu pagi buta gua kebangun karena kelaparan, kemudian masak air panas bikin susu cari cemilan tidur lagi. Sekitar jam 4 pagi dibangunin teman untuk muncak, tp gua mau ikut. EH ternyata, bangun jam 6 teman2 belum berangkat. OKe , kalau begitu kita sarapan pagi saja kemudian teman2 yang lain berangkat muncak sedangkan gua menikmati leyeh2 ala gua. Yipppiiii ….

Siang hari teman2 yang muncak kembali dengan selamat … oia, teman2 muncaknya sama tetangga ko. Maklum , jalur pendakiannya banyak jadi harus ada yang tau jalan menuju sana.  Kembali ke kemah kemudian masa kembali ….  Cuaca sempat gerimis, tp Alhamdulillah cuman gerimis. AKhirnya makan siang kemudian packing untuk turun kebawah.

Turun ke bawah kembali sama tetangga …  jika kemarin tetangga naik lewat hutan mati sekarang mereka turun lewat jalur kita naik. Nah kita turun juga lewat jalur yang sama ….

Sepanjang perjalanan turun , ternyata banyak banget rombongan lain yang baru beranjak naik menuju pondok salada. Entah jadi pasar malam kali yah nih pondok salada ….

Behind scene …

Ketika teman2 masih di puncak , ada rombongan lain yang baru tiba dan mencari spot tenda. Yah berhubung saya anak baik, saya bilang aja kami mau check out ko’ … gaya … maksudnya biar spot diamankan untuk mereka gitu …

Back to jalur turun …

Berbeda dengan jalur naik yang beberapa kali foto … jalur turun di tempuh dengan lebih cepat. Mungkin hanya satu jam perjalanan sudah sampai di bawah. Tiba di bawah leyeh2 sebentar … setelah istirahat kita naik bak terbuka menuju cisurupan ….. ga perlu nunggu tim lain, karena kami berlima sedangkan tetangga ber6 jadi bisa langsung berangkat. Tapia da juga rombongan lain yang gabung, 3 orang aja sih.

Tiba di cisurupan barulah kita berpisah … satu teman dari rombongan gua gabung ke rombongan tetangga yang langsung ke Bandung. Kami naik elf menuju terminal garut. Kami mencari makan siang di depan terminal kemudian jalan menuju pertigaan hiu ( harimau ) untuk naik angkot 04 menuju cipanas. Menuju pertigaan sebenarnya cukup dekat , ga lebih dari 1 km. Tp karena bawaan buta arah dan sempat beberapa bertanya jadi serasa jauh. Naik 04 sekitar 15 menit sudah tiba …

Kolam atau Pemandian air panas y….

Tiba di sini suasana cukup ramai, sempat bertanya pada petugas tiket dan dia bilang kalau weekend selalu penuh ( dan dengan tutur kata yang menurut gua mengecewakan ). Oke … akhirnya kami masuk dan meletakkan tas di pojok arah jam 11 dari pintu masuk. Daerah ini sepih jadi menurut kami cukup aman untuk meninggalkan tas didalam.

Kolam air panas memang beda … kita tidak perlu lama2 untuk menyesuaikan suhu badan dan airnya. Airnya cukup hangat, duduk sebentar di pinggiran kolam langsung nyebur juga gapapa. Menurut gua suhunya cukup pas , gosipnya air panas berasal dari Gunung Guntur …  Kami tidak bisa berlama2 di sini, mungkin hanya sekitar ½ jam kami sudah harus kembali lagi ke terminal garut.

Di perjalanan pulang … baru kami sadar kalau bis primajasa hanya sampai jam 5 sore. Wakakakak …  karena melihat tiket berangkat yang kami dapat.

Tergantung tipe kamu … mau show time traveller atau based on schedule … kayak kemarin di garut ketemu teman yang baru turun cikurai. Mereka stay di penginapan deket terminal karena menurut mereka kesorean dan besoknya mau menikmati grut dulu …

Tiba di terminal kami langsung menuju dalam … ada bus xxx non ac yang tidak meyakinkan. Yah akhirnya kita usah dulu cari makan … keluar malah ngeliat bus karunia bakti di depan pintu keluar terminal bus … tanya2 ke petugas ada bus jam 8. Oke .. …. Setelah makan malam dan menunggu bus akhirnya kami naik bus ini …

Ngejooosssss ….

Bus tiba jam 8 lebih … jam 9 baru berangkat … jam 1 pagi sudah tiba di pasar rebo .. .WTF …..  ini bus ngebut2 smua yah , 4 jam Garut – Pasar rebo …

Untungnya ada angko 41 arah cibinong … gam au kalah , angkotnya juga super ngebut … mungkin hanya 20 menit sudah sampai simpangan depok. Nah dari simpangan barulah lanjut ojek … jam 2 kurang sudah di rumah …

Alhamdulillah …..

 

Damage cost :

–          Primajasa Psr. Rebo -> Terminal Guntur, Garut : 35rb

–          Carry  + pick up terminal Guntur -> Pelataran Parkir Papandayan : 30rb

–          Administrasi : 4rb

–          Pelataran Parkir Papandayan -> pertigaan Cisereupan : 10rb

–          Pertigaan Ciseurepan -> terminal Guntur : 5rb

–          Terminal Guntur -> pertigaan hiu : jalan

–          Pertigaan Hiu -> Cipanas : 3rb

–          TIket kolam renang : 15rb

–          Cipanas -> pertigaan hiu : 2.5rb

–          Pertigaan hiu -> Guntur : 2rb

–          Karunia Bakti Guntur -> psr rebo : 35rb



Haiiii

Teman-teman yang mau bertanya, gabung di web baru saya aja yah :



 

2 thoughts on “Yipppi … piknik Papandayan

  1. ejiebelula

    bhuahaahahhaaaa….

    mampir toilet molo…. laperrr moloo… ckckkk
    lucu kawan ceritanya. ejie ngakak molo dah.. wkakkaak

    pan ude ejie bilang sm sean suruh cek numb telp mang ato yg biasa ngangkut temen2 pendaki ke papandayan dan cikuray, kawan…
    ude ejie kasiy yg link tulisan pruu ituhh.. behhh

    aman kl ama mang ato, mahhh… yadah, ntaran aja kl mo ke cikuray laaa
    *yakin ga, kaaa?? hhe

    tp, oke laaa… cerita nanjak eh pikniknya menghibur perut yg juga laper, ehh..

Leave a Reply