Baduy Night Hitchhiking

Assalamualaikum ….

 

Melanjutkan edisi sebelumnya cisarua night hitchhiking race dan Bandung Night Hitching , kali ini teman2 hitchhiker Indonesia memilih Sarinah sebagai start point dan Rangkasbitung sebagai end point, kemudian dilanjutkan wisata baduy dalam.

Untuk pertama kalinya meeting point adalah Sarinah Thamrim. Para peserta sudah berkumpul dari jam 8 malam, bahkan peserta terjauh yang buta akan Jakarta berasal dari Sukabumi dan tiba jam 4 sore.

Setelah menunggu sekian lama, anggota tim gua yang datang telat akhirnya muncul. Bonus pertama ….  Dikira yang muncul satu orang, ternyata yang muncul dua orang seteres kakak adik. Akhirnya … petualangan kami dimulai jam 12. Kami memutuskan keluar setelah semua tim lain jalan …

Tim gua mengambil jalur Jakarta – Serang – Pandeglang – Rangkasbitung, berbagai cerita kami dapatkan di perjalanan ini . . . .

 

Sarinah – Rest Area Km. 13 Tol Jakarta Tangerang
Menuggu kurang dari 5 menit, sebuah mobil Xenia berhenti . Bapak ini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah di daerah Tangerang. Beliau bercerita sudah sering membawa penupang seperti kami. Dahulu pernah ada seorang ibu2 hamil yang diantar beliau pulang, walau arahnya berbeda.

 

Rest Area – Serang

Disini kami beristirahat sebentar lah, menikmati kehidupan malam rest area. Sempat juga berfoto dengan tim lain. Setelah itu kami menumpang sebuah APV. Si bapak bercerita, dia baru saja mengantar pasien ke dari pedalaman Serang ke Jakarta. Pasien tersebut mendapatkan donor gratis berupa tangan dan kaki gratis.

Pendonor adalah orang Jepang ( kalau tidak salah ). Tahun ini adalah tahun kedua mereka berdonor. Bapak juga bercerita, sudah sering mengangkut orang2 seperti kami di pinggir tol. Walau sudah sering, bapak ini juga tetap waspada dengan sikon donk.

Serang – (Pasar) Baros

Kali ini kami menumpang sebuah mobil pick up ke (pasar) baros. Yang ternyata , kami diturunkan di pinggir jalan …. dimana pasarnya ??? Apakah ini salah dengar …

 

(pasar) Baros – Pandeglang

Kami berhasil memberhentikan truk bata menuju Pandeglang. Miskomunikasi terjadi lagi, kami diturunkan di daerah ramai … ramai ojek dan angkot. Wakakakak …. terpaksa kami berjalan sejauh +- 500mtr menjauh. Dari sini setelah menunggu cukup lama, bukan karena tidak ada yang berhenti …. tapi lebih tepatnya tidak ada kendaraan yang lewat … wakakkakakak

 

Pandeglang – Rangkasbitung ….

Setelah menunggu cukup lama …. kami mendapat bonus kedua … kami menaiki mobil pickup yang sepertinya baru kembali dari tempat pemotongan sapi. Kereennnn …. kepala sapi masih segar dengan darahnya …. seorang teman ce yang awalnya duduk di bak belakang, akhirnya pindah ke depan ….

Bonus ketiga ….. kami turun di sebuah pertigaan. Dari sini kami bertanya , arah stasiun … dikatakan cuman 500mtr, setelah jalan lumayan pegal …. kami bertanya kembali …. dan dijawab … 1km (lagi) … wtf ….. kekekekekkek ….. bersiap2 mencari tumpangan gratis tidak berhasil ….

Akhirnya … setelah 5 jam …. kami sampai di setasiun rangkas bitung.

Untuk cerita di baduy gua bikin cerita sendiri yah ….

Rangkasbitung – Lebak Bulus …

Tiba di Rangkasbitung, kami mencari makan siang terlebih dahulu. Setelah sebuah berdiskusi … kami kembali mencoba ber-hitchhiking …. awalnya hanya sampai ke terminal Balaraja , namung disinilah bonus ke empat ….

Team kami berkumpul lagi n bonus dua orang ce team lagi …. Rangkasbitung – Lebak Bulus … mantap ….

Si bapak bercerita, beliau juga sudah sering mengangkat penumpang2 seperti kami. Kata beliau, dari pada nyupir sendiri terus ngantuk dan pula karena searah apa salahnya mengangkut kami.

Itulah cerita kami …..  Sarinah – Rangkasbitung – Lebak Bulus Rp. 0.



Haiiii

Teman-teman yang mau bertanya, gabung di web baru saya aja yah :



 

Leave a Reply