Dataran Tinggi Dieng

288507_2484579758459_1371580538_2903946_1131244364_o

Dataran Tinggi Dieng

Menatap ciptaan-Nya ...Dataran Dieng adalah kawasan dataran tinggi, di daerah sini ada beberapa objek wisata. Seperti objek wisata candi Hindu yang konon dibangun pada abad 7. Ada juga objek wisata alam berupa kawah, karena daerah ini sebenarnya daerah vulkanik.  Ada juga Dieng Volcanic Theather yang akan memutar film tentang dieng. info selengkapnya disini [ id / en ]. Selanjutnya, pakai kata Dieng aja yah.

Selain itu, disini juga bisa untuk wisata alam. Banyak kebun2 yang bisa kita nikmati, yagh kan kalau di kota-kota besar susah tuh mencari yang hijau. Jika memang mau wisata alam, trekking dengan modal kaki dan sekedar membawa air minum secukupnya bakal jadi cerita berbeda. Oia, jangan takut kesasar disini, orang-orangnya ramah ko’. ( sotoy.com )

Objek wisata lainnya :

Selain objek wisata di daerah dataran tinggi Dieng, ada beberapa objek lain yang bisa kita nikmatin :

Agrowisata kebun teh dan Pabrik Teh Tambi. Jika mau melihat cara pengolahan dari daun teh menjadi , bisa mengunjungi Pabrik pengolahan teh dengan biaya Rp. 25.000,00 dan minimal 10 orang. Sedangkan jika mau ke kebunnya tidak perlu membayar.

Gardu pandang, dari gardu pandang ini kita bisa melihat ke bawah ke arah kota. Gardu selamat datang adalah ciri khas orang yang sudah ke sini. Jika anda menggunakan angkutan mini, akan susah jika mau turun di gardu.

Transportasi menuju Dieng :

Jika menggunakan angkutan umum seperti bus, cara termudah adalah menuju kota Wonosobo terlebih dahulu baru sambung menuju Dieng menggunakan microbus. Jika menggunakan Kereta Api, stasiun kereta terdekat adalah Stasiun Kutoarjo. Dari sini lanjut ke Wonosobo – Dieng.

Dari Jakarta, Depok dan Bogor banyak bus kea rah Wonosobo. Sedangkan kota2 lainnya saya kurang tau. Oia, jarak Wonosobo sekitar 50-60 km / satu jam perjalanan. Medan yang dilalui cukup mudah ko’. Dan kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat menakjukkan. Subhanallah ….

Tempat menginap :

Disana ada beberapa tempat menginap, cukup mudah ko’ dari pertigaan Dieng. Tapi mungkin karena jumlahnya terbatas ada baiknya melakukan pemesanan terlebih dahulu apalagi jika rombongan yang kita bawa banyak.

Transportasi selama di Dieng  :

Dianjurkan kita menggunakan angkutan yang pasti2 aja , bisa sewa motor / mobil disana. Sopir juga berguna agar perjalanan lebih lanjar dan cepat. Sopir juga bisa dimanfaatkan sebagai guide. Satu lagi, kadang kala mereka bisa memberikan info yang mungkin tidak kita ketahui. Misal spot2 bagus untuk foto dan akses masuk ke tempat2 tertentu.

Kecuali jika memang mau menikmati wisata pemandangan, dengan jalan kaki bisa menikmati hijaunya alam dan udara yang bersih.

Tempat makan :

Disana ada beberapa tempat makan, tapi dari pada rebit mending kita mesen ke tempat kita menginap saja Selain harganya masuk akal disana juga tidak semua toko buka, yagh mengikuti keramaian saja.

Kuliner :

Ada beberapa makanan yang menjadi khas daerah sana :

  1. Purwaceng : bubuk minuman instant ini konon minum yang bikin si anu jd anu …. anu toh. Harganya yang bikin anu, dengan ukuran 10*10*10 cm , kl yang asli ( ga dicampur ) harganya 120rb nah kl yang udah di campur dengan kopi jadi setengahnya. Mungkin harganya setara kopi luwak khas Lampung nih. Oia, ada cerita nih …. sore hari ketika hujan sedang turun dengan derasnya kami menikmati kopi purwaceng. N then …. malam hari kami tertidur pulas :)
  2. Kentang goreng dan rebus : kentangnya memang besar,, dan rasanya lembut. Cocok banget buat kemilan. Oia, makanan ini juga sulit dicari kalau bukan musim wisatawan ramau. Jadi ada baiknya mesen ke penginapan juga. Ada juga yang diolah jadi keripik kentang.
  3. Mie ongklok : mie ini kyk mie telor trus ada bumbu kentel kayak maizena gitu dan bumbu2 rahasia lainnya,,, yang tidak mau mereka kasih tau.
  4. Carica : nah kl yang ini mirip pepaya. Olahannya jd seperti manisan gitu, manis eui.
  5. Tempe kemul : tidak perlu penjelasan kan.

Camping ground :

Kataya di puncak Sikunir ada camping area, yagh ga tau sih luasnya seberapa besar. “Nikmat” kali yagh kemping di puncak sana, trus dinginnya minta ampun. Tapi pagi hari disambut dengan matahari.

Tips :

-          Yang terkait cuaca

Menurut info dari sang guide, jika datang pada musim panas, kemarau ( cerah ) memang pemandangan yang kita dapat bisa lebih baik. Tapi cuaca bisa lebih dingin karena kelembaban berkurang kali yagyh.

Sedangkan jika musim hujan cuaca tidak sedingin musim panas, tapi bisa-bisa pemandangan yang kita dapat kurang baik. Bisa hujan tiba2 dan juga kabut.

-          Ada baiknya dari kota membawa minum2 instant hangat kayak jahe, esteemje, dll. Tapi jangan lupa pula menikmati Purwaceng yagh

-          Jangan lupa bawa jaket, ga perlu jaket bulu lah. Suhunya paling 15-20-an. Masih bisa ditolelir, kecuali jika mau nginep di puncak sikunir yagh.

-

Read 1 comment

  1. Pingback: Its Wp24 And Bestfriends Wp Dataran Tinggi Dieng | Tempat Wisata Indonesia

Leave a Reply