Pangandaran 2010 ( 3 dari 5 )

Cijulang

Ketika sudah melewati terminal Pangandaran, barulah gua mencari info. What should I do …. Ternyata, dari sini menuju Green Canyoon ( GC ) masih +- 10 menit naik motor dan kemungkinan sudah tutup karena sudah sore. Akhirnya menuju Batu Karas. Setelah nego ojek, naik juga. +- 10 menit tiba. kalau ke GC lewat kanan, karena gua naik ojek bisa memotong jalan lewat kiri.

Pantai Batu Karas

Pantai Batu Karas

Sesampainya di sana, otak ngeblang. Maklum, setelah perjalanan 5 jam jadi bingung mau ngapain … Langsung didatengin orang yang bilang kalau semua penginapan sudah full. Yagh gua juga ga tertarik sih, informasi yang gua dapat tempat2 di sini emang rada makan kantong ( mahal ) dan dia nawarin homestay saja. Yagh gua iyain aja, entar gua pikir2 dolo.

Berhubung gua masih pakai batik, akhirnya mencari WC saja. Setelah ganti kostum, mencari tempat sholat … yg tempatnya ada di ujung yang satunya. Hadoohhh … jauh saja. Setelah sholat otak mulai agak ringan. Ringan karena rasanya seneng banget untuk pertama kali jalan sendiri dan nyampe dengan selamat.

Setelah itu menuju pantai, dan tas tetap gua bawa. Awalnya gua cuman duduk di pinggir saja tempat nunggu2 gitu skalian nyari makanan ringan. Tapi ga ketemu. Yang gua liat malah ada orang surfing di sudut timur pantai. Karena penasaran, gua akhirnya menuju sana.

Di sudut sana ada batu karang untuk sekedar berdiri menghindari air. Gua putuskan berdiri saja disitu menikmati para surfer. Ketika itu, gua sambil ngobrol dengan pengunjung Iin yang juga berdiri di tempat yang sama. Dan tiba2 …. batunya bergetar ….

Orang kota yang udik …

Surfing

Surfing

Tiba2 saja pengunjung pada berlarian …. lah gua bingung kan. Lalu ada pengumuman dari penjaga pantai agar pengunjung jangan panic. Damnnnnnnnnn ….. Gua baru sadar kalau saat ini gua berada di Pantai Pangandaran. Dimana beberapa bulan sebelumnya sempat terjadi Tsunami yang memakan ratusan korban meninggal.

Keesokan harinya, ketika bertemu dengang pengunjung yg kemarin. Ternyata teman2-nya pada takut dengan Tsunami jadi pada mengajak pulang. Maklum saja, mereka orang Tasik jadi sudah mengerti. Sedangkan gua … udik eui …

Alhasil, pantai menjadi sepih …. beberapa saat kemudian melalui pengeras suara penjaga pantai menyatakan kalau pantai ditutup karena sudah jam 5. Karena tidak di terjemahkan dalam bahasa Inggris, ada bule yang bertanya … apakah ini peringatan tsunami. No ser …

Setelah itu, sambil menunggu magrib … gua bingung apakah nanti malam jadi ke homestay atau di musholla saja. Gua sih prefer ke musholla, karena pingin merasakan cerita berbeda saja. Azan magrib berkumandang ….

Tempat SholatMenuju musholla kemudian sholat magrib. Setelah sholat …. gua putusin saja berdiam diri di masjid, maklum ga ada ide sama sekali apa yang mau dilakukan. Sampai sholat isya selesai, masih belum ada ide.

Setelah sholat isya, ada bapak2 yg kemudian gua ketahui namanya Bpk. Ipin. Ngobrol banyak tentang berbagai hal, agama, pribadi, politik, wisata sekitar dan jg ekonomi rakyat. Tidak lupa dimana gua mau tidur, gua bilang saja disini. Dan ternyata beliau yang biasa mengurus musholla dan diperbolehkan. Beliau juga ngajak mampir ke warungnya.

Ketika sedang mengobrol, ternyata ada anak2 muda di belakang yang mau sholat …. setelah dipastkan mereka mau sholat gerhana. Akhirnya kami gabung. Pa’ Ipin menjadi imam + wejangan2 buat yang muda2 nih ….

Selesai sholat , kami ngobrol lagi. Sekitar jam 8 kami menuju warungnya. Kemudian obrolan disambung disana, dan tidak lupa makan malam donk.

Kejadian lucu … ternyata sebagian besar pedagang disana tidak bisa berbahasa Inggris. Ini menjadi masalah ketika mereka kedatangan tamu bule. Sebagai contoh, kemarin sempat terjadi salah pesan. Si bule mesen sup … ternyata sup itu adalah bakso. Bingung kan …

Kecilnya dunia

Ketika sedang ngobrol2, ada rombongan touring motor. Ternyata mereka dari Tasik. Setelah beberapa saat, ada dua orang anggota mereka yg masuk ke warung tempat gua ngobrol. Ngemeng2 sebentar … ternyata mereka sama2 dari Depok Timur. Hahahaha …. jauh2 ke Pangandaran ko’ ketemunya org Depok juga.

Sekitar ½ 12 si bapak tertidur di kursi depan tokonya yang buka 24 jam. Sedangkan gua memutuskan jalan ke pantai saja. Menikmati angin malam yang sejuk … banyak juga yang main2 kecil di pinggir pantai atau hanya sekedar duduk di pinggir pantai. Nikmatnya dunia ..

zzzJam 12 lebih gua menuju musholla. Ternyata, disana sudah banyak yg tidur …. yagh cari2 posisi sajalah, yang penting bisa geletak dolo nih badan yg sudah minta istirahat.

Minggu, 27 Juni 2010.

Kebangun jam 4 pagi, rencananya pingin sholat QL. Namun …. bangun … matikan alarm …. zzzzzz. Rencana tinggal rencana. Sekitar jam ½ 5 mulai ada suara2, bangun beneran untuk sholat subuh. Setelah sholat akhirnya zzzzz lagi. Rencana sunset attack batal … hiks ?

Jam 6 lebih bangun …. badan masih minta istirahat sih. PIngin mandi tapi malah, akhirnya bebersih ala koboy aja deh. Kemudian menuju warung si Bapak untuk sarapan, gua minta mie dan teh manis aja. Ternyata .. si bapak sudah di pinggir pantai untuk merapikan ban2 untuk renang. Set dah … kuat banget tidur seadanya.

Bukitnya

Bukitnya

Setelah sarapan, gua memutuskan tas dititipin disini saja. Kemudian berjalan menuju pantai. Oia, di sisi Utara ada bukit dengan tinggi +- 10 m. Dari bukit sini kita dapat melihat lautan lebih luas dengan ombak yang lebih mantap. Subhanallah …. pemandagan berbeda 180 derajat dengan di sini Selatan yang berupa pantai umum dan di sisi barat bisa latihan surfing. Great …

Karena ingin santai2 saja dan tidak mau banyak bergerak … gua duduk2 saja di pinggir pantai. Sebenarnya si bapak nawarin main, tp ga ah. pingin hemat energy sekalian hemat pakaian kotor … akhirnya sekitar jam 9 lebih gua ketemu si Bapak lagi kemudian minta kontak dia. setelah itu menuju warunggnya untuk mengambil tas.

Setelah ambil tas, say gud bay. Gua juga minta tolong untuk dicarikan ojek. Ternyata yg mengantar adiknya. Saat di motor banyak sharing tentang kehidupannya di pantai batu karas.


Pangandaran 2010 series :
  1. Pembuka
  2. Tasikmalaya – Cijulang
  3. Cijulang – Batu Karas
  4. Green Canyon – Batu Hiu – Pangandaran
  5. Pengeluaran dan penutup


Haiiii

Teman-teman yang mau bertanya, gabung di web baru saya aja yah :



 

One thought on “Pangandaran 2010 ( 3 dari 5 )

  1. Pingback: Pangandaran 2010 ( 1 dari 5 )

Leave a Reply