Pangandaran 2010 ( 2 dari 5 )

Sabtu, 26 Juni 2010.

Prolog

Wisata Tasik ….

Sebernarnya gua ga terlalu banyak mencari info mengenai daerah ini, selain karena keterbatasan waktu persiapan dan agar focus saja gua langsung memutuskan ke Pangandaran.

Pangandaran -> Batu Hiu -> Cijulang -> pantai Batu Karas ( melaui short cut khusus motor ) atau

Pangandaran -> Batu Hiu -> Cijulang -> Green Canyoon – Cukang Taneuh -> pantai Batu Karas

Wisata Pangandaran …

Disini karena tempatnya sudah terkenal jadi sangat ramai dengan wisatawan. Penginapan tersedia dengan banyak ada juga penyewaan sepeda, sepeda motor dan juga ATV. Wisata yang ada pantai dan Cagar alam dan snorkel.

Dari terminal pangandaran menuju gerbang masuk sekitar +- 250 m. Dari gerbang ini masuknya masih sekitar 300m lagi. Semenjak gerbang sudah banyak tersedia penginapan2 yang dari luar terlihat bagus.

Becak dari terminal sampai pantai ( bukan loket ) sekitar 20.000 kapasitas 2 oroang kalau naik ojek ga tau. Tiket masuk juga gua ga tau karena ga bayar masuk.

Karena di dalam ramai dan pantainya pantainya panjang +- 300 m, tidak ada salahnya menyewa sepeda. Kecuali kalau ingin wisata alam.

Cagar alam

Cagar alam disini cukup luas yang memisahkan pantai barat dan timur pangandaran. Jika memang ingin menjelajah semua bagian, sebaiknya datang pagi atau jam 12-san jangan kesiangan karena waktu yang tersedia jd sedikit. Dan gunakan jasa pemandu agar tidak tersesat.

Sebagai cagar alam, di dalam sama sekali tidak ada penjual makanan, tempat sholat dan sepertinya WC juga tidak ada. Jadi sebaiknya persiapkan dari awal.

Sebagian jalan yang dilalui sudah ada bata pelapisnya jadi tidak terlalu becek dan jangan sampai salah kostum

Budiman Pangandaran – Depok brangkat jam 17 ( non ac ) , 18 ( AC ) dan 19 ( Non AC) PM. Harga AC Rp. 60.000 sedangkang non-AC Rp. 50.000. beda sepuluh ribu cui.

Prolog selesai


Subuh

Setelah tidur gua ga tau berapa kali bus berhenti. Yang terakhir berhenti, sekitar jam 3. Disini gua bingung, melihat jam seharusnya sudah dekat kenapa pakai berhenti segala. Ngabis-ngabisin waktu aja, yagh apa mau dikata, penumpang ngikut aja. Setelah perjalanan dilanjutkan tiba di pool skitar jam 5.

Tempat sholat

Sampai di pool gua mencari tempat sholat. Lumayanlah musolla, walau kecil tapi ga bau. Tempat wudunya emang kecil juga dan ada kamar mandinya. Setelah sholat gua menunggu di ruang tunggu yang ada tipinya sambil terdidur sebentar.

Sekitar jam 6 gua putuskan untuk mandi aja mumpung masih sepih. Yap benar saja, selesai, berturut2 orang masuk. Karena memang berada di pool, sebagian besar yang masuk memang karyawan Budiman.

Selesai bebersih, sebenarnya pingin makan tp masih pagi takut perut mules. Akhirnya nyarap jam ½ 7. Cari warung yang sudah buka lalu pesan teh manis hangat. Kebetulan disana ada nasi uduk ada gorengannya …. dan hiks rasanya sangat memprihatinkan. Tapi yg enak tuh, cuman habis 7 ribu ?

Ko’ pada ga tahu

G nanya sama si ibu penjual gimana cara mencapai TKP akad teman, Gedung Juang 45 Tasikmalaya. Ternyata si ibu sama sekali ga tahu gedung tersebut. Setelah itu gua bertanya ke seorang bapak di pos penjagaan, ternyata si orang pertama ga tahu dan meminta tolong ke temannya di dalam untung si teman tahu, dan gua diarahin naik angkot 08.

Pas gua keluar pool, jalanan sepih sekali. Persis seperti kota Jakarta jika ditinggal pulang kampong. Lah ini di Tasik jam 7 lebih masih sepih. Pas ada angkot 08, gua pastikan dulu kl itu menuju TKP. Alhamdulillah si supir baik banget dan diturunin di tempat terdekat dengan TKP. Dari perempatan tersebut, gua masih jalan.

Salah perkiraan …

Gua kira dari perempatan sudah dekat. Ternyata masih 1 km lagi jalan. Padahal di jalan gua sudah bertanya ke warga sekitar 3 kali tapi ga ada yang ngasih tau kalau itu jauh. Alhasil, dengan baju batik + tas di belakang gua jalan dengan menanggalkan urat malu. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di TKP yang …. jauh. Sebenarnya dari awal teman gua sudah ngasih saran naik becak / taksi ?

Setelah sampai, gua pastikan dolo kalau di dalam yg punya hajat memang teman gua barulah masuk. Pas isi buku tamu, kejadian lucu … “mas tempat amplopnya dimana ” ” o nanti di samping pengantin”. Hihihi, orang kota yang udik.

Need translator

Acara sambutan pakai bahasa sunda. Gua cm diem aja wong ga ngerti sambil berharap acara puncak pakai bahasa Indonesia. Eh ternyata, di ijab Kabul juga pakai Sunda. Hahaha gua cuman diem aja deh. Kalau kata temen gua, seharusnya di undangan ada tulisan “Bagi yang tidak berbahasa Sunda, mohon membawa translator”. Ketawa gua baca sms teman gua ini.

Walhasil …. setelah aja puncak, seperti biasa ada sarapan / makan. Gua ga tau kalau itu saatnya makan sebelum ada tamu lain yg bilang “a ga makan” gua cuman jawab “iya”. Setelah acara makan2 gua duduk lagi menunggu waktu foto sekalian pamit. Nah kejadian nih, pas salaman dengan si orang tua teman gua. Ternyata beliau masih ingat dengan ortu gua. Gua sendiri malah sudah lupa. Wakaka ….

Show must go on. Selesai salaman, sekitar jam 11.00 gua cabs ke destinasi selanjutnya. Ga sopan …. selesai makan pulang … ?

Dari sini gua cuman tau disuruh naik bis ¾ tujuan Tasik – Cijulang. Solusinya, bertanya pada tukang becak. Kata tukang becak ke arah perempatan …. dimanakah itu ?? Solusinya, “Pak minta bisa anterin kesana …. ” Dan tidak lupa tanya ongkosnya donk. Perjalanan menuju peremmpatan tersebut skitar 10 -15 menit.

Sekitar 5 menit setelah menunggu, bis jurusan Tasik – Cijulang datang. Namanya kl ga salah ( bener donk ) Putra Perdana dengan ongkos Rp. 30.000,-. Ternyata eh ternyata, karena memang ga ada persiapan sama sekali. Dari perempatan ke Ciamis sangat dekat, +- 15 menit.

Dan ternyata pula …. dari Tasik ke Cijulang sangat lama. Ada sekitar 4 / 5 kota dan terminal yang dilewatin. Oia, yang gua suka bis2 di daerah adalah jarak mereka jauh2 dan sebagian besar kondisi busnya cukup bagus. Kursinya cukup empuk tidak seperti di Jakarta sekitarnya yg bahannya dari plastic. Di terminal bis berhenti paling lama +- 15 menit.

Jadi bis2 daerah ini, mereka berangkat menggunakan interval waktu yang ditentukan. Walaupun cuman 1 penumpang mereka tetap berangkat. Alhasil, ongkosnya juga relative lebih mahal. Sebagai contoh, jarak dekat saja Rp. 3.000,- sedangkan gua bayar Rp. 30.000,- . Kalau di Jakarta mana ada ceritanya bis dalam kota kayak gitu.

Perkiraan gua ternyata melesat jauh …. dari perkiraan 3 jam menjadi 5 jam perjalanan, tiba jam 16.00. Mungkin karena menggunakan bis umum yang berhenti di terminal. Kalau 4 terminal x 15 menit = 1 jam. 1 jam sendiri untuk ngetem. Oia, kl menurut info di Peta, jarak yg gua tempuh dari Tasik – Cijulang = 124 km.


Pangandaran 2010 series :

  1. Pembuka
  2. Tasikmalaya – Cijulang
  3. Cijulang – Batu Karas
  4. Green Canyon – Batu Hiu – Pangandaran
  5. Pengeluaran dan penutup

4 Responses to “ Pangandaran 2010 ( 2 dari 5 ) ”

  1. [...] Tasikmalaya – Cijulang [...]

  2. [...] Tasikmalaya – Cijulang [...]

  3. [...] Tasikmalaya – Cijulang [...]

  4. [...] Tasikmalaya – Cijulang [...]

Leave a Reply