Tour De Jatim ( bagian 1 dari 5 )

H-1 : Jum’at, 14 Agustus 09 KA - Tiket all copyKA - Agen-1 copy

Sampai pagi ini gua belum dapat tiket KA dan bis untuk berangkat menuju Semarang. Yap, Semarang dijadikan meeting point karena teman gua ada disana. Akhirnya, Jum’at pagi gua cari2 agen tiket kereta api saja.

Jum’at siang dapat tiketnya, langsung booking trus ambil. Untung tempatnya deket jadi bisa diambil segera. Walaupun gua kudu nambah biaya administrasi, tapi menurut gua ini lebih masuk akal daripada gua datang ke Gambir tanpa kepastian dapat kursi atau tidak.

Hari pertama : Sabtu, 15 Agustus 09

Packing malas2-san …. huahahaha

Selesai packing pagi hari sekitar jam 2-an. Abis itu tidur pagi, setelah melaksanakan sholat subuh sempat tidur sebentar. Bangun2 sudah kesiangan, telat 1 jam dari rencana bangun. Akhirnya semuanya di kebut deh mandi dan sarapannya.

Rencana pagi ini datang ke resepsi teman di Kelapa Gading sono. Gile …. jauh banget dah dari Depok City ke Kelapa Gading lalu Gambir. Apa mau dikata … sapa tau ada yg nyantel ke gua kan. Setelah naik bis bus Bianglala 143 Grogol – Depok, rupanya ada teman yg bawa motor. Akhirnya kami bertemu di Fatma trus ke meeting point dekat kampus. Dari situ naik mobil ke TKP resepsi.

Acara resepsi kelar jam2-an. Sebenarnya gua bingung juga sekarang mau ngapain, secara kreta Sembrani Jakarta – Surabaya baru brangkat jam 18.45. Jadi gua minta dianterin ke halte TransJakarta terdekat aja. Eh rupanya dikasih bonus, gua dianterin sampe Gambir. Tq HCD. Nyampe di Gambir sekitar jam 15 …. lah mau ngapain nih ? karena itu, gua mutar2 aja disana dan tidak lupa sholat dan makan malam.

Tempat SholatTempat sholat di sini setelah gua jelajahi ada tiga, yaitu :

1.   Musholla di dekat ATM center pintu masuk dekat CFC.

Jadi kalau dari pintu masuk utama, belok ke kiri sekitar +-10 m di seberang toilet. Tempat wudhu-nya sangat sederhana, hanya cukup untuk dua orang. Sedangkan tempat sholatnya hanya cukup +-4-6 orang. Diseberang musholla ada WC. Oia, musholla ini tidak ada sirkulasi udara .. jd bisa dibayangkan baunya seperti apa.

2. Musholla pintu keluar penumpang.L

Letaknya turun dari tangga kedatangan, sebelum melewati gerbang di sebelah kiri ada mushola dan toilet. Musholla ini cukup besar dan terawatt.

3. Masjid di seberang pintu keluar penumpang

Yap, ini benar2 masjid. Tepat di seberang pintu keluar penumpang +- 10 meter ada masjid. WC-nya memang kalah dengan dua musholla di atas. Tapi tempat wudhunya bagus ko langsung menghadap ke monas. Dan tempat sholatnya luas, jadi bisa santai.

Kebijakan baru PT KAI, tidak memberikan makan gratis di kereta api. Dengan tujuan agar konsumen diberikan kebebasan memilih dan penjual makanan di kereta meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Di spanduk2 yg ada di sana ditulis, sebagai timbal balik harga tiket dikurangin. Ini sih gua ga tahu yagh … wong ini perdana gua naik kreta sendiri. Sama keluarga aja terakhir kali sekitar tahun 94.

Sebagai solusi, gua makan malam aja sekitar jam 5 lebih. Yap, dari pada telat makan / kereta mending makan kecepatan deh. Di dalam gedung utama stasiun kereta memang ada beberapa restoran. Tapi kalau kamu nyari yg lebih murah, bisa ke bagian belakang stasiun. Disana ada gedung tambahan yang menjual makanan.

Kemarin sih gua mencoba soto ayam yang bikin seger. Alhamdulillah, rasanya bisa dinikmati dan harganya masih pas dikantong ko. Kalau memang tidak mau makan sekarang, mending dibungkus dalam box saja untuk dimakan di kereta api.

Setelah makan, gua langsung menuju masjid lalu nunggu waktu sholat magrib. Setelah selesai magrib gua langsung jama’ qosor dengan Isya. Setelah selesai baru gua naik ke peron.

18.46

Gua naik kereta Sembrani yang di tiket berangkat jam 18.45 dan tiba di Semarang Tawang 01.52. Akhirnya kereta berangkat, yagh beda 1 menit dengan waktu yg tertulis di tiket. Tp gpp-lah, mungkin jam gua saja yang kecepatan.

Strategi marketing

Beberapa saat setelah keberangkatan, petugas menawarkan makan malam. Yang bikin gua kesal, mereka menawarkan makanan seperti memberikan gratisan. “ Nasi pak …. “ Di kejauhan, gua melihat seorang penumpang mengambil nasi. Tapi setelah beberapa saat, nasi tersebut dikembalikan. Mungkin dia baru tahu kl itu bukan gratsan. Yap, seperti seolah2 ” menjebak “, orang awam akan beranggapan ini gratis padahal bayar.

Disini gua melihat banyak penumpang yang membawa sangunya masing2. Ada yang HokBen ataupun sekedar nasi bungkus biasa. Gua sih ngeliatin mereka saja …. karena gua ga bawa sangu. Sebenarnya, tadi gua pas ke Gambir di-sanguin roti sobek Sari Roti sama teman gua Hj. Iis, namun karena gua duduk di sisi jendela dan tas gua taro di belakang ( deket tempat selimut ) jadi malas ngambilnya.

Setelah menawarkan makanan, barulah mereka menawarkan minuman. Kali ini menggunakan keranjang belanja besi beroda yang biasa ada di supermarket2. Kali ini mereka tidak menjalankan aksi seperti diatas, tp baru jujur. “ Yang mau beli …. “ atau mungkin ini orangnya aja beda yagh … ah lupa saya.

Tiket berdiri

Buat kamu2 yang perlu segera tiba tujuan tapi tiket dengan no kursi sudah habis, tidak ada salahnya jika kamu mencoba tiket berdiri. Sebenarnya bukan tiket berdiri sih, tp sekedar tiket yang mengizinkan kamu naik kereta itu tapi tidak dapat no kursi.

Kamu boleh aja duduk di kursi yg kosong selama belum ada penumpangnya. Bisa saja si penumpang pemilik kursi itu membatalkan perjalanannya. Jika memang tidak mendapatkan kursi, kamu bisa memanfaatkan strategi ini :

  1. Carilah ruang lapang di bagian belakang gerbong yang beredekatan dengan toilet. Biasanya disini untuk meletakkan selimut2.

  2. Karena tanpa kursi, kamu sebenarnya tidak dapat selimut. Namun dengan sedikit bantuan dan tidak lupa memberikan “ ucapan terima kasih “ kepada petugas, kamu bisa mendapatkan selimut ko’. Serius deh.

Ini pertama kalinya gua naik kereta sendirian mana nyampe Semarang jam 01.52. Waktu paling nyaman buat tidur nih. Oia, kreta Sembrani ini nyampe ke Surabaya tapi gua turun Semarang Tawang. Jadi rada panik juga kalau sampai ketiduran trus kelewatan.

Di perjalanan, diperiksa tiket kita termasuk tujuan akhir kita. Setelah itu diberikan selimut.

Tapi karena mata sudah mengantuk … akhirnya gua tidur aja.

Hari kedua : Minggu, 16 Agustus 09

Tujuan akhir : Malang, Apple City

Sekitar jam 1 pagi gua kebangun, dan samar2 gua denger Semarang sudah deket. En beberapa saat kemudian kreta berhenti. Tidak seperti transjakarta / angkutan umum lainnya. Disini gua kaga melihat papan elektronik keberadaan kita saat ini ataupun petugas yg berjaga2.

Walhasil panic donk …. akhirnya ada pedagang yang masuk jualan. Tapi dia hanya teriak2 dari bagian belakang gerbong, sepertinya mereka dilarang masuk ke dalam gerbong. Setelah itu gua tanya ini dimana, rupanya belum Semarang. Setelah itu tidur lagi deh …..huahahaha

Di saat mimpi yang yg indah, gua dibangunin. Setelah memastikan gua turun di Semarang kemudian si petugas meminta selimut yg gua pakai. Dia bangunin karena gua td pas periksa tiket didata turun di Semarang, dan kereta sebentar lg sampai di Semarang Tawang.

Sekitar jam 2.30 kereta memperlambat lajunya. Pas gua liat ko tempatnya gelap banget yagh …. ternyata itu di tengah2 antara stasiun Semarang Poncol dan Semarang Tawang. Akhirnya, 2.36 gua sampai di Semarang Tawang.

Semarang Tawang stasiunnya cukup bagus, walaupun bangunan tua namun sama sekali tidak ada kesan seram di stasiun ini. Stasiun ini juga sedang dalam tahap renovasi, sehingga musholla tidak buka. Jadinya gua nunggu di ruang tunggu VIP-nya. Ga tau kenapa, disini mood tidur gua hilang. Scara disana Cuman ada sofa2 1 orang dan kursi2 kerja. Jadi ga bisa tidur nyaman.

Tempat SholatSholat Subuh di Masjid Istiqomah

Samar2 gua mendengar azan subuh. Akhirnya gua memutuskan keluar dan bertanya dimana masjid terdekat. Rupanya masjidnya sangat dekat. Masjid istiqomah terletak di sebelah kiri pintu masuk atau kalau kita keluar dari stasiun ada di sebelah kanan pintu +- 50m. Ini masjidnya nyaman ko’, tp sayank tempat wudhu-nya dicampur. Setelah selesai sholat, gua tidur di bagian depan masjid. Yang cukup nyaman.

Beberapa saat kemudian gua dapat sms, kl teman gua sudah bakal datang beberapa menit lagi. Jadi gua putuskan mencari warung di seberang Masjid untuk minum teh anget untuk menyegarkan badan yg belum mandi sejak sabtu pagi.

PerjalananKe terminal Terboyo Semarang lanjut Purabaya Surabaya trus Malang

Ke terminal Terboyo Semarang kami menggunakan taksi kosti Semarang. Oia, Kosti di Semarang beda jauh dengan disana. Pelayanan mereka ramah dan semuanya argo loh. Sesampainya di terminal, kami tidak masuk ke dalam. Karena di luar sudah ada bis ke Surabaya yg mau berangkat jadi diputuskan langsung naik saja dan tidak lupa tanya harga dolo donk.

Waktu tempuh menuju Surabaya sekitar +- 7-8 jam. Ini tergantung bisnya. Kemarin kami naik bis yg kurang menyenangkan, harganya tiket AC namun AC-nya kurang terasa. Di tengah perjalanan bis sempat berhenti karena suatu hal. Dan ini memakan waktu sektiar 20 menit. Rugi eui dah ….

Tiba di Purabaya sekitar jam 1 lebih. Kemudian untuk menyingkat waktu, kami memutuskan langsung menuju tujuan selanjutnya ke Malang. Namun kami menyempatkan dahulu ke toilet menikmati arti hidup yang sebenarnya. Huahahaha

Salut dengan terminal antar kota Purabaya, terminalnya sangat bersih dan setiap pedagang wajib menggunakan tanda pengenal. Di terminal keberangkatan juga tersedia panel LCD daftar keberangkatan bis. Dari situ kami memutuskan bis XXX ( lupa namanya ). Namun ketika menujua lajur bis tersebut tidak ada dan sudah ditarik2 sama orang2 ( calo / kenek ) disana jadilah naik yg ada saja.

Bus - Surabaya MalangAkhirnya kami naik bis PO Kalisari. Dasar modal nekat, yagh naik aja deh. But … didalam … bis ini sangat bagus. Buat yg sering naik Damri jurusan Blok M – bandara Soekarno Hatta. PO Kalisari masih lebih bagus dah. Jarak antar kursi sekitar 30 cm. Mungkin ini yg disebut kritis, gua pernah membaca artikel di milis kalau masyarakat Malang sangat kritis terhadap sarana transportasi bis ini

Perjalan ditempuh sekitar 48 meniit. Jalur ini juga melewati pinggiran lumpur Sidoarjo yg menurut gua aja walau dari bis sudah menakutkan tingginya …. Jam 15.36 kami baru tiba di Terminal Arjosari Malang. Aksi pertama kami ada mencari wartel dan isitrahat setelah 9 jam perjalanan Semarang – Surabaya – Malang. Disini kami menggunakan sarana telpon untuk mencari penginapan malam ini.

Terminal ini terletak di sebelah Utara pusat kota, namun karena kota Malang sendiri sebenarnya kecil dan tidak ada namanya macet. Jadi ga bakal kerasa jauh. Setelah menelpon ke beberapa list hotel , kami memutuskan menginap di Hotel Armi. Sebenarnya pada saat konfirmasi harga, masih tersedia dua kamar seharga @Rp.110.000,- . Tapi apa mau dikata, pada saat booking tinggal satu Rp.110.000,- dan satu Rp.135.000,-.

Setelah booking kami langsung naik angkot ABG menuju hotel untuk check in. Setelah itu kami keluar menuju alun2 kota Malang. Karena tidak ada angkot yg langsung, kami akhirnya naik ABG turun di POLDI dan harus jalan sekitar 200 – 300m. Lumayanlah, di jalan kami juga melihat hotel2 dan tidak lupa meminta rate harganya.

Di alun2 ada masjid tua yg umurnya diatas 100 dan sedang dalam tahap renovasi. Setelah itu kami jalan menuju Tugu / Monument Malang. Maklum baru hari kedua, jd tenaga masih ada. Setelah itu jalan menuju Stasun Malang.

Disini kami menyempatkan untuk makan, yap ini merupakan gabungan makan pagi sampai malam. Sebenarnya teman gua lg diet, jadi mau makan yg ringan saja yaitu bakso. Sedangkan gua mau makan berat yaitu nasi. Akhirnya diputuskan makan bakso dulu baru makan nasi.

Kami makan di Depot bakso & Tahu Stasiun Kota Baru Malang Pak Dul Manan. Sayang sekali, makanannya sudah banyak yg habis makannya kami makan menu yang masih tersedia saja. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan makan Nasi goreng di Stat Kota Baru yg berjarak +- 50mtr. Gileeeee …. paksaain aja tuh perut. Disini gua kaget, 1 porsi sudah kayak porsinya kuli. Gileeeee …. banyak bener.

Di sini gua baru tau, kalau orang disini memang porsinya seperti itu. Jd makannya untuk bareng2 geto. Dan lagi, makanan disini sepertinya kurang garam yang ternyata memang menjadi ciri khas makanan disini. Jadi kamu harus bisa menyesuaikan diri yagh. Setelah makan kami kembali ke penginapan.

Oia, angkot disini hanya ada samppai jam 9 / 10 malam. Ini tergantung trayek mereka. Trayek2 yg ada sebagian memang antar terminal, namun karena memang kotanya kecil. Dari ujung Utara menuju Selatan hanya butuh 45 menit. Terminal2 yg ada : Arjosari ( A ) di Utara , Gadang ( G ) di Selatan, Losari ( L ) dll. Jadi kalau AG = dari Arjosari ke Gadang, jalur yg dilalui berbeda dengan GA loh. Dan rata2 tarif angkotanya @ Rp. 3.000,-

Sebenarnya udara di kota Malang cukup dingin lah, jadi kalaupun dapat penginapan non AC juga ga terlalu masalah sih.

zzzBeberapa harga hotel nih :

  1. Malang - MargosukoHotel Margosuko (0341 – 325270 / 256 789 )

  2. Malang- ArmiHotel Armi ( 0341 – 361001 / 324 548 )

  3. Hotel Tosari

    1. Ekonomi : Kmr. Mandir Luar 2 bed : Rp. 50 rb

    2. Stadart : Kmr mandi dalam 2 bed : Rp. 90rb atau 3 bed : Rp. 135rb

    3. Moderate Fan : Kmr mandi dalam, Fn, TV warna, air panas dan telp 2 bed : Rp. 140rb atau 3 bed : Rp. 210rb

    4. Moderate AC : Moderate Fan + Kmr mandi dalam, AC,Spring Bed 2 bed : Rp. 140rb atau 3 bed : Rp. 210rb

    5. Harga belum ppn … hihihi

  4. Hotel Helios

Hotel Hellios MalangMalang - Hellios Kwitansi



Haiiii

Teman-teman yang mau bertanya, gabung di web baru saya aja yah :



 

Leave a Reply