Obama Resmi Membela Israel

 

Hamas ogah melucuti senjatanya.

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama kemarin mendesak Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai. “Garis besar agar sebuah gencatan senjata bisa bertahan sudah cukup jelas,” tuturnya di Washington, DC, selepas menunjuk George Mitchell sebagai utusan khusus untuk Timur Tengah.

Karena itu, Presiden Obama meminta Hamas berhenti melontarkan roket-roketnya ke wilayah Israel. Dan, “Israel akan menarik seluruh pasukannya dari Gaza,” ujarnya. Bila hal itu tercapai, Obama mengatakan, Amerika Serikat beserta sekutu akan memberikan dukungan kepada rezim yang antipenyelundupan. “Biar Hamas tak lagi bisa memiliki senjata,” katanya.

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhair, menegaskan, pihaknya tidak bersedia melucuti senjatanya meskipun kesepakatan gencatan senjata telah tercapai. Zuhari beralasan senjata itu dipakai Hamas untuk membela diri. “Karena yang dilakukan Israel itu sebuah kejahatan,” ujar Zuhair, yang tengah berada di Jakarta.

Zuhair kemarin bertemu dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid dan Ketua Kaukus Parlemen Peduli Palestina Mahfudz Siddiq. Anggota staf khusus Perdana Menteri Palestina itu mengatakan Hamas akan tetap berupaya dengan segenap cara guna mendapatkan pasokan senjata dari luar negeri. “Kami lakukan ini demi perlawanan,” katanya.

Lebih jauh Zuhair mengklaim bahwa rakyat Palestina tidak yakin Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Obama akan mampu menekan Israel untuk menciptakan perdamaian di Jalur Gaza. “Tidak ada harapan untuk berunding,” ujar Zuhair. “Kecuali hak-hak Palestina terpenuhi.”

Kemarin, saat berpidato dalam acara pelantikan Mitchell, Presiden Obama mengatakan Amerika Serikat berkomitmen mendukung keamanan Israel. “Biar saya perjelas,” ujar Obama, “Amerika Serikat akan senantiasa mendukung hak bangsa Israel untuk mempertahankan diri dari segenap ancaman-ancaman yang sah!”

Menurut Obama, selama bertahun-tahun Hamas telah meluncurkan ribuan roket ke arah warga sipil Israel. “Tak satu pun pemerintahan demokrasi yang toleran terhadap hal-hal yang mengancam warga seperti itu,” katanya.

Obama dalam pidatonya itu tak menyinggung soal jumlah korban yang membengkak akibat agresi Israel. Dalam perang Gaza kali ini, biarpun Hamas meluncurkan banyak roket, korban meninggal di pihak Israel cuma 13, sedangkan korban akibat invasi Israel sekitar 1.300 warga Palestina, separuh di antaranya anak-anak dan wanita.

Dalam pidatonya, Obama malah mewanti-wanti, perdamaian sejati hanya akan tercipta bilamana Hamas bersedia mengakui keberadaan negara Israel, menghentikan kekerasan, dan menyepakati perjanjian-perjanjian di masa sebelumnya. Kendati begitu, Obama menyatakan prihatin atas korban tewas di Palestina dan krisis kemanusiaan di Gaza.

Berbeda dengan Obama, sejumlah badan internasional dan lembaga hak asasi manusia dunia menuduh Israel sebagai penjahat perang. Sejumlah negara Arab bahkan kini sedang berupaya menyeret Israel ke mahkamah internasional. Hamas, sebagaimana dikutip Reuters, didukung oleh Suriah dan Iran, musuh bebuyutan Israel. KO A. WIBOWO | ANDREE PRIYANTO | AP | TIMESOFINDIA | WASHINGTONPOST

Sumber : Koran Tempo



Haiiii

Teman-teman yang mau bertanya, gabung di web baru saya aja yah :



 

Leave a Reply