5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 2 : Stasiun Bogor – Masjid Agung – Taman Kopi – Toge Goreng dan sekitarnya. )

Biar ga kepanjangan, tulisan ini saya bagi jadi 3 bagian :
1) 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 1 : Opening )
2) 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 2 : Stasiun Bogor – Masjid Agung – Taman Kopi – Toge Goreng dan sekitarnya. )
3) 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 3 : Surya Kencana – Venus – Masjid Raya – Taman Kencana – Pangrango )

Stasiun Bogor

Akhirnya tiba di stasiun Bogor jam ½ 12, padahaldi jadwal jam 11.40. Yagh gua turun donk, oia kreta gua berhenti di peron 6. Gua ga bisa langsung nyebrang ke peron 1, karena di peron 4 ada kreta. Pintunya sih kebuka , tapi malas aja manjat kretanya. Disaat jalan ke ujung depan kreta gua ( gua jalan di peron ), si turis td jalan melaui jalur kreta 5 …. hahahahah. Akhirnya gua ikutan aja, dan rupanya si prajurit tadi tidak bersama mereka.

Masjid Agung dan Taman Kopi

Gua ga langsung keluar, di peron 1 gua celingak celinguk dulu melihat stasiun Bogor, yg kl ga salah buatan 1881. Setelah 15 menit akhirnya gua keluar …. jujur aja gua ga tau masjid Agung dimana, yg gua ingat di sebelah kiri stasiun dan dari situ keliatan kubahnya. Eh bener, tanpa bertanya setelah keluar gua langsung ke kiri dan keliatan si kubah hijaunya. Dan dengan jalan yg becek karena hujan ….

Jalan ke sana mungkin sekitar 200 meter. Jarak yg cukup dekat, tetapi karena gua mau menikmati suasana sekitarnya jadi agak lama deh. Gua masuk dari pintu samping dekat jual2 bunga. Tiba disana rupanya belum zuhur, dan pas masuk disitu ada kayak penjual makanan sejenis bakso. Gua pingin beli, namun melihat jam di Hp, nanti sajalah makannya.

dsc00567-copy.jpgPas masuk sempat cari2 dulu dimana tempat wudunya dan tempat penitipan sandal. Sebenarnya dari tempat masuk gua ada tempat penitipan sandal, tetapi ga ada petugasnya. Akhirnya setelah memutar menuju tempat wudhu ketemu juga penitipan sandal yg ada petugasnya. Rupanya masjid agung ini desaiinya sangat sederhana. Dan melihat ukurannya, sepertinya kapasitasnya juga terbatas.

Selesai sholat, gua masih penasaran sama si “ bakso “ tadi. Pas dicari ke pintu tempat masuk tadi rupanya sudah tidak ada. Hiks … akhirnya gua duduk di taman dekat pintu depan Masjid. Sesuai janji ketemuan, masih ada waktu. Akhirnya gua memutuskan keluar lingkungan masjid untuk sekedar tau daerah sekitarnya.dsc00571.JPG

Gua jalan menuju arah Dewi Sartika kemudian masuk ke Taman Kopi ( kl ga salah ), yagh disini juga cuman muter 1 kali aja. Rupanya di dalam sini ada taman Irma ( lupa sapa namanya ) dengan tiket Rp. 5.000,- . Yagh memang permaianannya sangat sederhana, seperti bombomcar dan kreta di atas kita yg jalannya lemot abis.

Buat gua, ini masih salut. Di Jakarta sepertinya sudah tidak ada lagi tempat wisata di tengah kota dengan harga yg terjangkau. Palingan kelompok mainan berkeliling yg biasanya menetap di suatu tempat beberapa lamanya dan hanya buka di malam hari. Ataupun sepeda yg dimodifikasi sehingga ada audionya dan ada kuda2nya / mobilanya2.

Setelah berkeliling , gua kembali ke meeting point di masjid agung. Kali ini gua duduk di taman bagian kanan pintu masuk utama. Eh ngliat si “ bakso “ tadi, tanpa pikir2 lagi …. langsung pesan deh. Setelah dicoba …. huahahah …. rasa mecinnya mantap banget. Baksonya sepertinya dari tepung apa gitu, ga ada rasanya. Yagh sesuai dengan harganya Rp. 5.000,-

Setelah makan dan bayar, gua mulai panic. Jarum jam sudah hampir menunjukkan pukul 13.00. Karena panik, gua sms lah. Sial …. gua ga bisa sms. Setelah itu baru gua sadar, gua berada di kota Bogor dan CDMA gua …. karena itu gua harus menggunakan si go2 itu trus restart hape.

Setelah selesai, gua dapat sms. “Wan gua tunggu di pintu … ” maksudnya teman gua nunggu di angkot, gua suruh ke pintu pertama kali gua masuk. Pas gua telp balik, rupanya dia sudah turun dari angkot. Rupanya kata Mbak E’ karena si abang angkotnya ngomel / kesel geto ya udah dia turun ajah.

Toge Goreng ( Samping Bogor Permai )

dsc00573.JPGDari Masjid / Stasiun kami mengguna angkot trayek 12. Perjalanan ga sampai 10 menit. Dan letaknya di kiri jalan. Dari pengamatan, Bogor Permai adalah toko Bakery. Katanya sih rotinya enak. Tapi karena berbagai alasan gua ga beli.

Warungnya sendiri terbilang kecil, mungkin sekitar 5 x 4 m. Tapi yg beli cukup ramai. Setelah gua dan teman mengambil posisi duduk langsung memesan dua buah toge. Sedangkan untuk minumannya sudah ada teh tawar gratis. Gua sendiri juga memesan es dawet yg jualan di depan warung. Konon dawetnya masih asli.

Buwat yg belum tahu , walaupun namanya toge goreng tapi sebenarnya ga digoreng. Jadi toge dan campurannya seperti direbus dalam air gitu. Setelah selesai diangkat kemudian diletakkan dalam piring yg sudah ada lontongnya. Kemudian dicampur bumbu jadi kayak tauco dan campurannya. Rasanya sih yagh enak …. apa lagi lagi laper.

Mungkin ini makanan khas bogor banget yg ga jauh2 dari makanan2 serba rebusan / hemat air. Kayak asinan bogor yg bahannya dicampur2 kemudian dikasih bumbu. Buat yg pesan bawa pulang ada pilihan bumbunya dicampur / dipisah dan bungkusan dalam masih menggunakan daun pisang. Set dah …. masih ada aja yg bertahan pk daun pisang.

Sedangkan rasa dawetnya sih sebenarnya standar, yg membedakan adalah kenyalnya yg cukup berbeda. Sehingga kalau dipotong / pas mau dimakan pakai sendok sangat mantap dah. Untuk harganya sangat masuk kantong ko, Toge goreng + krupuk kuning Rp. 9.000,-. Sedangkan es dawetnya gua lupa … antara Rp. 3.000,- atau Rp. 4.000,-

Bakery Bogor Permai

Letaknya bersebelahan dengan Toge Goreng. Tapi gua disini cuman liat2 ajah ga ada makanan yg dibeli. Di dalam toko ini juga ada minimarket dan kursi seperti café gitu untuk menikmati bakerynya ( mungkin ). Masalah harga … ga tau wong ga nyantumin harga. Hugh …

Abis ini kami naik lagi angkot 12, teman gua naik ke destinasi dia karena ada acara lain. Sedangkan gua melanjutkan wisata donk.

Sop Buntut dan Martabak Keju Air Mancur

Letaknya sekitar 200 meter ke Kiri ( Barat ) dari bakery Bogor Permai. Kalau naik angkot bisa menggunakan angkot 08, 07 dan 12 ( yg gua tau aja yagh ). Disini gua juga ga beli, pertama memang masih kesiangan kl gua beli oleh2. Malas aja kalau belum muter2 masa tas gua sudah diisi dengan makanan, malah nambah berat.

Konon di media online kedua tempat ini bisa masuk hitungan wisata kuliner, tapi gua ga berani ngasih penilaian deh. Wong belum mencoba.

Bogor Trade Mall (BTM)

Dari air mancur kata teman naik 07 trus ke Regina Pacis ( biasa disebut RP ). Nah dasar modal nekat, gua asal naik aja. Disini ada kejadian lucu, karena kursi penumpang di kiri supir ada orang, jadilah gua duduk di belakang. Di kursi ini cuman ada seorang bapak dan anaknya. Dan kemudian gua bertanya kepada bapak itu “Pak kl ke BTM naik apa yagh ” dijawab “ Bisa naik 06, 13, 08 ”.

Ga ada yg lucu yagh … memang karena setelah setelah ini lucunya. Bapak itu antara ragu2 atau gimana ga mau salah “ bisa sih naik 06 … ” “ bisa sih naik 13 ” pokoke berulang2 beberapa kali sedangkan gua cuman menjawab “ iya “. Hahaha … trims pak infonya.

Sebenarnya gua tau RP dan BTM itu relative dekat, wong udah liat peta. Kalau naik angkot bisa turun di RP-nya atau dipertigaan setelah RP. Setelah gua turun, angkot td belok kanan ga tau kemana ….

Tapi karena ragu yagh gua naik angkot aja. Gebleknya, gua malah nanya ke abang2 supirnya “ Bang lewat BTM ”. Sekedar info, jaraknya cuman +- 500m tanpa ada persimpangan jalan dan terletak di kanan jalan. Jadi sudah pasti semua angkot lewat.



Haiiii

Teman-teman yang mau bertanya, gabung di web baru saya aja yah :



 

2 thoughts on “5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 2 : Stasiun Bogor – Masjid Agung – Taman Kopi – Toge Goreng dan sekitarnya. )

  1. Pingback: It’s WP24 and bestfriends_wp » Blog Archive » 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 1 : Opening )

  2. Pingback: It’s WP24 and bestfriends_wp » Blog Archive » 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 3 : Surya Kencana - Venus - Masjid Raya - Taman Kencana - Pangrango )

Leave a Reply