1 jam di sini …

Assalamualaikum

 

Ku duduk di bangku ini

Bangku yangg terdiri dari 2 buah rel

Yang menahan beratku

 

Kemudian dia datang

Datang ke bapak2 di sebelah kananku sepatu pak ??

penolakan diterima, kemudian dia melihat ke bapak2 di kiriku …. lalu menghilang

 

Dia datang kembali ke bapak2 di kiriku …. Pak ada 500-an satu ga ? Penolakan diterimanya kembali

Dia beralih ke bapak di kananku Pak ada 500-an satu ga ?? Dia tidak menerima penolakan, melainkan selembar kertas dengan foto Kapitan Patimura ….

 

Kemudian menghilang lagi ….

 

Kali ini dia datang lagi dari kanan ke kiri …. tampa ucapan hanya memperhatikan ke bawah ….

Kemudian melakukannya kembali dari kiri ke kanan …..

Entah berapa kali gerakan laksana seorang prajurit yg sedang mempertahankan wilayahnya dari pencaplokan musuh … kanan … kiri … kanan … kiri ….

 

Setelah beberapa kali gerakan prajurit ….

 

Dia kembali berhenti di kiriku, yg kini sudah berganti orang ….

Pak sepatunya …. warna coklat juga ada… 1000 satu pasang

Bapak itu memberikan sepatunya …. dia dengan sigap jongkok kemudian memberikan sendalnya kepada sang bapak

dengan cekatan dia membersihkan sepatu sang bapak ….

 

Dengan kain disikatnya sepatu itu ….

Diberikan semir coklat….

Disikatnya sepatu itu ….

Kemudian dengan sikat berbeda …. dia sikat kembali sepatu coklat itu

Terakhir, semir dan sikat dimasukkan ke dalam sepat si bapak ….

Kemudian dia mengeluarkan sebuah lap dan di lap kembali sepatu itu sehingga tampak mengkilap.

 

Disini, dibangku ini …. aku hanya merenungi masa2 indah yg seharusnya dia dapatkan. Seperti masa2 indah dan kasing sayang yg diberikan kedua orang tuaku semenjak lahir hingga detik ini …

Bapak itu mengajakku berbicara … ini lebih baik daripada yg minta2 di sana, tau kan …. tidak karena memang biasanya aku di Depok Baru

Setelah dia selesai, sang Bapak memberikan koin 500 kuning dan putih.

 

Di dalam perjuangannya … dia mendengarkan pembicaraanku dengan si bapak … Bang abang pernah liat saya di Depok Baru yagh … dengan sedikit investigatif … kemudian aku bilang iya ….

 

Setelah itu …. dia kembali melajutkan gerakan prajuritnya …..kiri kanan kiri kan

 

Dia …. dia adalah hamba Allah yg seharusmya menikmati masa2 sekolah dasar , bermain dengan dia-dia lain yg seharusnya

Dia …. dia adalah hamba Allah yg menjadi tukang semir demi kertas berfoto Kapitan Patimiura dengan angka 1000

Dia … seorang anak yang menurut masih berumur sekitar 10 tahun

 

Stasiun Kereta Api Cawang ….. 13 Juni 2009 …



Haiiii

Teman-teman yang mau bertanya, gabung di web baru saya aja yah :



 

Leave a Reply